Indonesia Sehat

Grab this Headline Animator

30 Desember 2008

Liburan Ke Tempat Dingin Brr...

Liburan telah tiba.... hore... hore (kayak suara anak kecil yang seneng kalo liburan :D ha3x..). Luar biasa memang, ditengah krisis global yang banyak menerpa negara-negara di dunia, kita melihat kemacetan yang luar biasa di jalur puncak dan Bandung...

Ya, daerah puncak dan tempat2 yang dingin merupakan tempat tujuan wisata yang utama bagi warga Jakarta. Mungkin memang udara di Jakarta sudah begitu sumpek dan panas hehe... Kondisi dingin, terutama sekali yang ekstrim, misalnya di atas puncak gunung, dapat menyebabkan hipotermia. Sesuai defi
nisi, hipotermia merupakan keadaan dimana suhu badan menurun di bawah 35 derajat C

Saya pernah mengalami, dalam sebuah pengalaman naik gunung, kedinginan yang amat sangat dan rasa disorientasi akibat kedinginan. Ini merupakan suatu gejala2 adanya hipotermi. Menggigil, nafas cepat dan sesak, sampai berdebar-debar merupakan tanda-tanda hipotermia ringan. Bila diteruskan, hipotermia sedang, justru memberikan gejala apatis, menggigil sudah berkurang, bahkan hipoksia (kekurangan oksigen) dan gangguan irama jantung.

Hipotermia berat dapat menyebabkan kematian, akibat gangguan jantung dan gangguan pada pembuluh darah di paru-paru. Kondisi ini memang jarang kita temukan di Indonesia yang memang merupakan negara yang hangat. Namun, jangan salah, kondisi badan yang kurus (seperti saya :D), orang lanjut usia, dan bayi, merupakan orang2 yang rentan terkena hipotermi. Itu semua terjadi karena lapisan lemak yang berkurang. Akibatnya terjadi pelepasan panas tubuh yang berlebihan.

Panas tubuh dilepaskan melalui radiasi (artinya kita kayak matahari memancarkan panas hehehe), konduksi (misalnya akibat bersentuhan dengan air dingin atau berenang), koveksi (misalnya akibat angin dingin), respirasi, dan penguapan (gak percaya?!! coba aja bernafas di kaca hehehe..:D).

So, apa yang kita lakukan bila hipotermi menyerang?? Jelas upaya pertama dan yang paling penting adalah penghangatan. Berikan selimut, ganti semua pakaian basah dan dingin, dan hangatkan. Di sebuah buku novel kisah nyata bahkan diceritakan dilakukan transfer panas dengan cara berpelukan tanpa busana (ya, artinya memberikan panas melalui radiasi tubuh dan konduksi tubuh). Dengan hanya memberikan selimut dan menutup tubuh saja, kita bisa menaikan temperatur tubuh 0,5 derajat per jam, lumayan kan??

Nah, kapan harus segera mencari pertolongan medis? tentunya ketika upaya pemanasan gagal, atau ada tanda2 gangguan jantung dan pernafasan. Di rumah sakit, upaya pemanasan akan lebih frontal lagi, sekaligus memperbaiki sirkulasi darah dan pernafasan. Yang pasti, pertolongan pertama di lapangan sangat menentukan, karena biasanya hipotermia terjadi di atas puncak gunung, atau di tempat2 yang memang jauh dari pusat kesehatan.

So, selamat berlibur, jangan lupa membawa obat2an pribadi, sambil tetap menjaga kesehatan anda.. Selamat Hari Raya Natal, Selamat Tahun Baru 1430 H, dan Selamat Tahun Baru 2009...

Tidak ada komentar:

page counter
Free Web Counter



Powered by  MyPagerank.Net
KampungBlog.com - Kumpulan Blog-Blog Indonesia Blog Flux Directory Yuk.Ngeblog.web.id blogarama - the blog directory Health Blogs - BlogCatalog Blog Directory
Blog Search Engine Add to Technorati Favorites