Indonesia Sehat

Grab this Headline Animator

Tampilkan postingan dengan label asma. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label asma. Tampilkan semua postingan

20 Mei 2010

Pertolongan Pertama: Asma

Salam jumpa kembali, di tulisan kali ini, saya mencoba memberikan beberapa tips pertolongan pertama untuk asma.

Asma terjadi akibat tubuh seseorang berespon berlebihan terhadap suatu alergen. Respon berlebihan tersebut muncul di saluran pernafasan, dimana terjadi penyempitan saluran pernafasan yang masif. Maka, sesak merupakan tanda utama untuk asma. Tidak sulit untuk mengetahui seseorang penderita asma atau bukan. Biasanya penyakit ini kambuh-kambuhan, dan penderita memang sudah mengetahui kondisi tubuhnya.

Jadi, apa yang harus kita lakukan bila kita menjumpai penderita asma yang tiba-tiba mengalami serangan? Singkatan Breath (dari bahasa Inggris, yang dibaca B-ri-t-h) mungkin bisa membantu anda.
PS: singkatan ini hanya rekayasa saya saja untuk memudahkan kita mengingat... semoga membantu.. :D

1. B-erpindahlah ke tempat yang berudara bersih, sekaligus jauhkan dari alergen yang mungkin memicu asma, misalnya debu, asap rokok, asap kendaraan, serbuk sari bunga, kutu hewan peliharaan, dll.

2. Ri-leks dan tenangkan penderita. Posisi yang paling nyaman untuk penderita asma biasanya adalah duduk. Dengan duduk, membuat rongga paru-paru lebih luas daripada tiduran, sehingga bisa membantu pernafasan si penderita. Selain itu, tenangkan diri anda dan penderita, aturlah irama pernafasannya semaksimal mungkin.

3. T-reatment. Gunakan obat-obatan semprot asma. Biasanya penderita asma yang kambuh-kambuhan memiliki obat semprot (inhaler). Segera gunakan dengan cara yang tepat dan benar. Bantulah penderita untuk menggunakannya sendiri.

4. H-elp. Apabila serangan asma dirasa sangat berat, atau setelah 2x semprot yang optimal tidak memperbaiki gejala, atau bahkan terjadi perburukan gejala. Segeralah mencari bantuan. Hubungi dokter atau rumah sakit terdekat.

19 Maret 2009

Alternatif Bagi Penderita Asma

Pernahkah anda mendengar metode Buteyko?? Ya mungkin bagi sebagian penderita asma, beberapa sudah ada yang mendengar tentang metode Buteyko ini. Apa sih metode Buteyko itu?? Buat yang belum tau, metode Buteyko yang disebut juga Buteyko Breathing Technique, merupakan suatu metode pengaturan pernafasan untuk mengatasi suatu sindrom, yang disebut sindrom hiperventilasi kronik (Nah lo, istilah baru lagi??!! ^^).

Oke, mari coba saya jelaskan beberapa teori Buteyko disini. Sesungguhnya teori Buteyko menyebutkan bahwa kebiasaan overbreathing (bernafas berlebihan) yang sering disebut sebagai hiperventilasi, dapat menyebabkan berbagai gangguan. Menurut Alm. Profesor Konstantin Buteyko, seorang profesor rusia, kita membutuhkan CO2 dalam konsentrasi tertentu (yakni sekitar 6,5%). Sayangnya, dalam udara bebas CO2 di udara sangat sedikit (hanya 0,03%). Nah, kondisi hiperventilasi justru akan mengurangi kadar CO2 dalam tubuh kita.. Dalam pengertian mudahnya, tubuh menjadi kekurangan CO2.

Lho lalu hubungan CO2 dengan penyakit bagaimana? Menurut Prof. Buteyko, CO2 memiliki banyak kegunaan, yang bila kurang, tentunya berefek merugikan. Dalam pembuluh darah sendiri, pertukaran O2-CO2 pasti ditentukan oleh sedikit banyaknya CO2. Semakin sedikit CO2, justru oksigen yang bertukar juga akan semakin sedikit. Selain itu, saluran pernafasan akan menguncup untuk mempertahankan CO2 dalam darah. Ini lah yang akhirnya dapat mencetuskan asma. Bahkan, efek lainnya juga bisa sampai mempengaruhi sistem saraf, jantung, sistem keseimbangan asam-basa, dan saluran pencernaan. Jadi ingat, CO2 tetap dibutuhkan dalam jumlah tertentu.

Sesungguhnya banyak orang tidak menyadari bahwa mereka bernafas berlebihan. Lalu, kenapa sih kita bisa sampai bernafas berlebihan?? Biasanya karena lingkungan yang pengap, penuh asap rokok (termasuk para perokok), debu, dan stres juga memicu hiperventilasi. Bahkan, menurut penelitian, kebiasaan makan yang terlalu banyak, tidur terlalu lama, serta kurang olahraga dapat mencetuskan hiperventilasi.

Atas semua dasar itu, Buteyko menerapkan prinsip shallow breathing (nafas pendek-pendek) untuk mengobati atau mencegah serangan sindrom hiperventilasi, termasuk asma. Tiga prinsip utama metode ini adalah mengurangi laju pernafasan, pernafasan melalui hidung, dan relaksasi. Selain itu, Prof Buteyko juga memperkenalkan suatu metode Control Pause (CP) untuk mendeteksi status kondisi asma. Caranya cukup sederhana, dan anda bisa melakukannya sendiri. Cukup siapkan kursi yang nyaman (untuk duduk dengan tegak dan nyaman), dan sebuah stop watch (atau jam berdetik).
1. Duduk, relaks, dan bernafaslah teratur melalui hidung saja (tutup mulut anda), dan reguler, selama 30 detik atau lebih.
2. Ambil nafas biasa melalui hidung, lalu hembuskan biasa (ingat nafas biasa!).
3. Tutup perlahan hidung anda dengan ibujari dan jari telunjuk, lalu mulai jalankan stopwatch, atau perhatikan jam.
4. Tahan terus, sampai anda merasakan kebutuhan akan bernafas, lalu buka hidung anda, dan bernafas kembali melalui hidung.
5. Lihat waktu yang ada. Itu adalah waktu CP. Bila kurang dari 10 detik, maka anda memiliki masalah kesehatan. Bila kurang dari 25 detik, maka anda memerlukan perhatian khusus. Bila 30-40 cukup memuaskan, dan bila lebih dari 60 detik berarti baik.

Metode Buteyko shallow breathing harus dipelajari terus-menerus agar kebiasaan bernafas yang benar, dapat dibentuk atau dikuasi secara sempurna. Sayangnya di Indonesia, tampaknya metode ini kurang begitu dikenal. Padahal disebutkan bahwa metode ini cukup efektif mengendalikan serangan asma, COPD (penyakit paru obstruktif kronik-PPOK), sleep apnea, mendengkur, serangan panik, dan serangan cemas (ansietas). Bahkan British Guideline on the Management of Asthma 2008 menyebutkan bahwa metode ini dapat diterapkan untuk membantu pengendalian asma.

Harap diingat, "Buteyko therapy is a simple education programme which does not affect conventional asthma management. Patients are actively encouraged to take medication in accordance with current asthma management practices"-Jadi pengobatan medikamentosa jangan langsung dihentikan lalu digantikan dengan metode ini. Metode ini ingin mencoba membantu mengendalikan, sehingga terapi obat-obatan mungkin secara bertahap bisa dikurangi. ^^'

Sumber:
1. http://en.wikipedia.org/wiki/Buteyko_method
2. http://www.buteyko.co.uk/buteyko-theory.htm
3. http://members.westnet.com.au/pkolb/but_bov.htm
4. http://members.westnet.com.au/pkolb/doctors.htm


Gambar: http://www.pennhealth.com/health_info/images/19368.jpg
page counter
Free Web Counter



Powered by  MyPagerank.Net
KampungBlog.com - Kumpulan Blog-Blog Indonesia Blog Flux Directory Yuk.Ngeblog.web.id blogarama - the blog directory Health Blogs - BlogCatalog Blog Directory
Blog Search Engine Add to Technorati Favorites