Miliaria atau biang keringat, atau sering juga disebut keringat buntet pasti sering kita jumpai. Ya tentu saja, Indonesia yang punya suhu rata-rata di atas 30 derajat selsius, pasti sering menyebabkan kulit kita berkeringat. Ini merupakan refleks tubuh otomatis terhadap suhu udara. Apabila pori-pori kelenjar keringat di tubuh tersumbat, seringkali karena bakteri yang ada di kulit, maka akan muncul suatu peradangan akibat tersumbatnya keringat. Hal ini ditandai dengan kulit yang memerah, dan gatal. Bahkan tidak jarang, menimbulkan infeksi sekunder akibat digaruk-garuk dan kebersihan yang kurang.
Semua orang bisa terkena biang keringat ini. Tapi bayi dan anak-anak tampaknya lebih sering terkena. Hal ini mungkin karena proses berkeringat pada bayi belum begitu sempurna, dan anak-anak tentunya lebih aktif bermain. Kondisi ini juga, bila tidak dicegah, akan timbul berulang-ulang.
Nah, dengan memahami sedikit mengenai biang keringat ini, lalu bagaimana mengatasinya??
1. Jaga kenyamanan udara disekitar kita. Terutama di sekitar bayi dan anak-anak.
2. Jagalah kebersihan kulit.
3. Bila memang mudah berkeringat, maka gunakan pakaian yang nyaman dan menyerap keringat. Bila baju sudah sangat basah, maka ganti dan usap tempat yang berkeringat. Keringkan lalu ganti baju dengan yang kering.
4. Berikan bedak, terutama yang mendinginkan. Hati-hati jangan berikan bedak saat berkeringat, karena akan semakin menyumbat pengeluaran keringat.
5. Lotion dan baby oil, boleh diberikan. Namun sekali lagi, berikan secara rasional. Jangan dioles terus-menerus, karena bisa berpotensi menyumbat pori-pori juga.
Salam...:D
Tampilkan postingan dengan label kulit. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kulit. Tampilkan semua postingan
07 Maret 2010
16 Januari 2010
Klavus si mata ikan
Bicara tentang mata ikan, saya yakin banyak dari kita pernah mengalaminya (saya juga pernah hohoho....). Berawal dari hobi bermain bola 'tarkam' (alias antar kampung :D) yang biasanya tanpa menggunakan alas kaki, atau hanya menggunakan sendal jepit, alhasil telapak kaki menjadi kapalan. Kapalan itu merupakan kondisi penebalan keratin (gampangnya lapisan terluar kulit) atau yang disebut hiperkeratosis. Kondisi ini terjadi karena gesekan-gesekan kronis, dan biasanya setelah 'pensiun gantung sepatu' (meski ga pake sepatu hahahaha :P) dari pertandingan 'tarkam', kaki saya kembali mulus hehehe..
Bisa terjadi juga hiperkeratosis tersebut tumbuh dan menusuk ke dalam. Akibatn
ya di luar terasa penonjolan, tapi bila ditekan (atau tertekan), akan terasa sakit. Ini yang disebut sebagai klavus atau mata ikan. Bahasa latin clavus sendiri berarti paku. Jadi bagaikan paku, klavus itu menusuk ke dalam dan pasti menimbulkan rasa sakit.
Karena pada prinsipnya adalah hiperkeratosis, maka ada beberapa dokter yang kemudian meresepkan keratolitik. Tugasnya adalah melepas atau membuang (me'lisis'kan) lapisan-lapisan keratin). Namun, pengobatan dengan cara ini sangat lama dan kadang dirasa gagal karena keratin tersebut sebetulnya tumbuh ke dalam (jadi obatnya susah mencapai ke dalam). Maka dari itu eksisi alias pembedahan minor merupakan terapi terpilih untuk si 'mata ikan' ini.
Klavus ini bisa dihindari dengan cara menghindari gesekan-gesekan kronik pada kulit. Atau bila anda seorang pemain sepak bola, atau SPG yang harus berdiri di atas sepatu hak tinggi berjam-jam setiap hari, atau entah pekerjaan apa yang menyebabkan kaki tergesek-gesek (apaa siihh???), maka:
1. Usahakan menggunakan kaos kaki yang cukup tebal namun nyaman dipakai. Ini gunanya untuk mengurangi gesekan langsung antara sepatu dan kulit. Lihat aja kaos kakinya pemain bola, tebal kan??
2. Gunakan sepatu atau sendal atau alas kaki yang nyaman. Jangan pake nomor yang kekecilan, terutama yang suka minjem sepatu hehehhee :P.
3. Jaga kebersihan kaki, basuh dan cuci serta usap kaki saat mandi.
Well,, selamat menggunakan kaki anda.. hehehe :D
(gambar diambil dari http://www.foot-care.org/foot-corns-calluses.php)
Bisa terjadi juga hiperkeratosis tersebut tumbuh dan menusuk ke dalam. Akibatn
ya di luar terasa penonjolan, tapi bila ditekan (atau tertekan), akan terasa sakit. Ini yang disebut sebagai klavus atau mata ikan. Bahasa latin clavus sendiri berarti paku. Jadi bagaikan paku, klavus itu menusuk ke dalam dan pasti menimbulkan rasa sakit.Karena pada prinsipnya adalah hiperkeratosis, maka ada beberapa dokter yang kemudian meresepkan keratolitik. Tugasnya adalah melepas atau membuang (me'lisis'kan) lapisan-lapisan keratin). Namun, pengobatan dengan cara ini sangat lama dan kadang dirasa gagal karena keratin tersebut sebetulnya tumbuh ke dalam (jadi obatnya susah mencapai ke dalam). Maka dari itu eksisi alias pembedahan minor merupakan terapi terpilih untuk si 'mata ikan' ini.
Klavus ini bisa dihindari dengan cara menghindari gesekan-gesekan kronik pada kulit. Atau bila anda seorang pemain sepak bola, atau SPG yang harus berdiri di atas sepatu hak tinggi berjam-jam setiap hari, atau entah pekerjaan apa yang menyebabkan kaki tergesek-gesek (apaa siihh???), maka:
1. Usahakan menggunakan kaos kaki yang cukup tebal namun nyaman dipakai. Ini gunanya untuk mengurangi gesekan langsung antara sepatu dan kulit. Lihat aja kaos kakinya pemain bola, tebal kan??
2. Gunakan sepatu atau sendal atau alas kaki yang nyaman. Jangan pake nomor yang kekecilan, terutama yang suka minjem sepatu hehehhee :P.
3. Jaga kebersihan kaki, basuh dan cuci serta usap kaki saat mandi.
Well,, selamat menggunakan kaki anda.. hehehe :D
(gambar diambil dari http://www.foot-care.org/foot-corns-calluses.php)
27 Februari 2009
Tinea Pedis - Jamur di Kaki
Anda memiliki keluhan gatal-gatal di sela2 jari kaki atau di telapak... Mungkin itu merupakan suatu tanda dari tinea pedis alias jamuran. Penyakit ini merupakan suatu bentuk infeksi jamur jenis Epidermophyton, Trichophyton, Microsporum, dan C. albicans di kaki. Dan ingat, infeksi jamur sangat bisa menular.
Jamur senang tumbuh pada tempat-tempat yang lembab. Kaki
kita merupakan salah satu tempat yang lembab, apalagi kalau kita sering memakai sepatu tertutup yang panas dalam jangka waktu lama. Mudah sebenarnya mendiagnosis jamur di kaki. Anda atau dokter anda akan dapat melihat bentuk kelainan kulit mulai dari kemerahan (eritema), erosi kulit dan skuama (kulit mengelupas), atau hiperkeratotik (terjadi penebalan), sampai kadang bisa membentuk saluran (fissura) bahkan pada kasus yang lebih jarang vesikel atau pustula (bentol2 berisi cairan).
Pengobatan kondisi ini pun tidak sulit. Banyak tersedia berbagai salep anti jamur dan dijual secara bebas. Dokter pun pada umumnya akan meresepkan salep anti jamur untuk dioleskan di tempat jamur tersebut. Ingat, pengolesan salep sebaiknya setelah mandi, dan dalam kondisi kaki yang kering, sehingga salep dapat menempel dengan baik di kulit..
Pencegahan penyakit ini sangat mudah, beberapa tips untuk anda:
1. Gunakan sepatu dan sandal yang nyaman, dan usahakan menggunakan kaos kaki yang menyerap keringat. Sehingga kaki anda tidak berkeringat.
2. Sehabis mandi, keringkan daerah kaki secara seksama (seringkali karena buru2 daerah kaki tidak di keringkan ^^).
3. Hati-hati dalam pinjam-meminjam kaos kaki dan sepatu. Ingat bahwa penyakit ini mudah menular dengan cepat.
4. Usahakan mencuci kaos kaki setiap hari, atau bila hendak digunakan kembali, jemur di bawah sinar matahari agar kaos kaki berada dalam kondisi kering dan tidak lembab.
Semoga bermanfaat...^^
Gambar diambil dari http://www.mupeg.com/images/Dermatology/info/tineapedis.jpg
Jamur senang tumbuh pada tempat-tempat yang lembab. Kaki
Pengobatan kondisi ini pun tidak sulit. Banyak tersedia berbagai salep anti jamur dan dijual secara bebas. Dokter pun pada umumnya akan meresepkan salep anti jamur untuk dioleskan di tempat jamur tersebut. Ingat, pengolesan salep sebaiknya setelah mandi, dan dalam kondisi kaki yang kering, sehingga salep dapat menempel dengan baik di kulit..
Pencegahan penyakit ini sangat mudah, beberapa tips untuk anda:
1. Gunakan sepatu dan sandal yang nyaman, dan usahakan menggunakan kaos kaki yang menyerap keringat. Sehingga kaki anda tidak berkeringat.
2. Sehabis mandi, keringkan daerah kaki secara seksama (seringkali karena buru2 daerah kaki tidak di keringkan ^^).
3. Hati-hati dalam pinjam-meminjam kaos kaki dan sepatu. Ingat bahwa penyakit ini mudah menular dengan cepat.
4. Usahakan mencuci kaos kaki setiap hari, atau bila hendak digunakan kembali, jemur di bawah sinar matahari agar kaos kaki berada dalam kondisi kering dan tidak lembab.
Semoga bermanfaat...^^
Gambar diambil dari http://www.mupeg.com/images/Dermatology/info/tineapedis.jpg
27 Januari 2009
Hari Lepra Sedunia - World Leprosy Day
Tahukah anda, dibalik gegap gempita perayaan tahun baru Imlek tanggal 26 Januari 2009 kemarin, di seluruh dunia juga merayakan hari Lepra sedunia pada tanggal 25 Januari 2009?? Hari Lepra sedu
nia dirayakan untuk ke-56 kalinya dan sampai hari ini, Lepra masih merupakan salah satu masalah kesehatan dunia yang belum bisa hilang dari muka bumi ini. Setiap tahunnya tercatat ratusan ribu kasus lepra baru di seluruh dunia. Menurut kalkulasi WHO, pada tahun 2007 saja terdapat 254.525 kasus lepra baru. Di Indonesia sendiri, menurut kompas.com, tiap tahunnya terdapat 20.000 kasus baru, dan merupakan negara ketiga terbanyak setelah India dan Brazil. (Dan, tahukah anda bahwa lepra seringkali dikaitkan dengan kemiskinan, sehingga kalo Indonesia berada di peringkat ketiga, lalu???)
Lepra merupakan suatu infeksi kronik yang disebabkan oleh kuman Mycobacterium leprae yang menyerang saraf tepi dan kemudian menimbulkan suatu kelainan kulit. Gejala-gejala khas lepra adalah:
1. Muncul gambaran kulit yang lebih putih (hipopigmentasi) bersisik, yang tidak gatal dan lama-lama meluas.
2. Pada lesi tersebut terjadi baal (tidak terasa) atau secara medis disebut anestesi. Hal ini menandakan bahwa kuman telah menyerang saraf tepi
3. Gejala yang berat mencakup kerontokan rambut, kekakuan sendi, putusnya jari-jari sampai timbulnya luka-luka (ulkus) akibat kusta. Untungnya kondisi kusta yang berat sudah jarang ditemui akibat majunya ilmu kedokteran.
4. Apabila terdapat gejala yang mengarah ke kusta, maka dokter akan melakukan pemeriksaan untuk mencari kuman mikobakterium tersebut dengan suatu pengecatan basil tahan asam.
5. Dapat pula disertai pembengkakan saraf tepi maupun cabang-cabang saraf tepi.
Lepra ditularkan akibat kontak dari manusia-ke-manusia. Tapi dengan pengobatan yang cukup penularan dapat dicegah. Seiring dengan kemajuan dunia medis, kusta tidak lagi menjadi penyakit yang mematikan dan mudah menyebar. Akan tetapi, permasalahan lain menjadikan penyakit ini menjadi lebih sulit ditangani.
Selain masalah kemiskinan, masalah stigma masyarakat masih terus menghantui penyakit ini. Masih banyak orang yang beranggapan bahwa kusta merupakan penyakit akibat kutukan dan kemudian terjadi diskriminasi sosial, sehingga para penderita kusta terlambat mendapatkan pengobatan. Jangan takut, kusta dapat disembuhkan!!
Selamat Tahun Baru Imlek 2560, dan Selamat Hari Kusta Sedunia. Mari kita jadikan dunia kita menjadi lebih sehat sebagai tempat tinggal untuk semua.
nia dirayakan untuk ke-56 kalinya dan sampai hari ini, Lepra masih merupakan salah satu masalah kesehatan dunia yang belum bisa hilang dari muka bumi ini. Setiap tahunnya tercatat ratusan ribu kasus lepra baru di seluruh dunia. Menurut kalkulasi WHO, pada tahun 2007 saja terdapat 254.525 kasus lepra baru. Di Indonesia sendiri, menurut kompas.com, tiap tahunnya terdapat 20.000 kasus baru, dan merupakan negara ketiga terbanyak setelah India dan Brazil. (Dan, tahukah anda bahwa lepra seringkali dikaitkan dengan kemiskinan, sehingga kalo Indonesia berada di peringkat ketiga, lalu???)Lepra merupakan suatu infeksi kronik yang disebabkan oleh kuman Mycobacterium leprae yang menyerang saraf tepi dan kemudian menimbulkan suatu kelainan kulit. Gejala-gejala khas lepra adalah:
1. Muncul gambaran kulit yang lebih putih (hipopigmentasi) bersisik, yang tidak gatal dan lama-lama meluas.
2. Pada lesi tersebut terjadi baal (tidak terasa) atau secara medis disebut anestesi. Hal ini menandakan bahwa kuman telah menyerang saraf tepi
3. Gejala yang berat mencakup kerontokan rambut, kekakuan sendi, putusnya jari-jari sampai timbulnya luka-luka (ulkus) akibat kusta. Untungnya kondisi kusta yang berat sudah jarang ditemui akibat majunya ilmu kedokteran.
4. Apabila terdapat gejala yang mengarah ke kusta, maka dokter akan melakukan pemeriksaan untuk mencari kuman mikobakterium tersebut dengan suatu pengecatan basil tahan asam.
5. Dapat pula disertai pembengkakan saraf tepi maupun cabang-cabang saraf tepi.
Lepra ditularkan akibat kontak dari manusia-ke-manusia. Tapi dengan pengobatan yang cukup penularan dapat dicegah. Seiring dengan kemajuan dunia medis, kusta tidak lagi menjadi penyakit yang mematikan dan mudah menyebar. Akan tetapi, permasalahan lain menjadikan penyakit ini menjadi lebih sulit ditangani.
Selain masalah kemiskinan, masalah stigma masyarakat masih terus menghantui penyakit ini. Masih banyak orang yang beranggapan bahwa kusta merupakan penyakit akibat kutukan dan kemudian terjadi diskriminasi sosial, sehingga para penderita kusta terlambat mendapatkan pengobatan. Jangan takut, kusta dapat disembuhkan!!
Selamat Tahun Baru Imlek 2560, dan Selamat Hari Kusta Sedunia. Mari kita jadikan dunia kita menjadi lebih sehat sebagai tempat tinggal untuk semua.
Labels:
infeksi,
kesehatan masyarakat,
kulit,
kusta
Langganan:
Postingan (Atom)
