Indonesia Sehat

Grab this Headline Animator

Tampilkan postingan dengan label teknologi kesehatan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label teknologi kesehatan. Tampilkan semua postingan

18 Maret 2009

Vaksinasi Model Baru

Bagi anda yang ingin menjalani vaksinasi dan takut jarum suntik, ada kabar gembira datang dari Northwestern University Feinberg School of Medicine. Para peneliti di sana telah berhasil menemukan vaksinasi oral menggunakan probiotik (istilah yang mungkin tidak asing lagi bagi para pembaca sekalian...). Probiotik memang sudah terkenal sebagai bakteri baik yang terkandung dalam yoghurt atau keju.

Nah, Profesor dan peneliti utama, Mansour Mohamadzadeh, menyatakan bahwa vaksin di masukkan ke dalam probiotik, dan kemudian di minum biasa (seperti halnya mengkonsumsi yoghurt). Dengan begini, bakteri akan berkoloni di usus halus, dan kemudian memproduksi atau mengeluarkan vaksinasi yang sudah dimasukkan tadi. Dengan cara ini, menurut Mansour Mohamadzadeh, kita akan mendapatkan respon imun yang lebih besar daripada melalui suntikan.

Prof. Mansour Mohamadzadeh telah melakukan penelitian preklinik pada mencit. Ia memberikan vaksinasi anthraks oral pada mencit, dan kemudian memberikan paparan terhadap bakteri anthraks. Hasilnya 80 persen mencit tetap sehat, dimana hasil ini sama dengan jumlah mencit yang hidup pasca pemberian vaksinasi suntikan.

Selain anthraks, rencananya akan dilakukan juga uji coba untuk vaksinasi oral HIV, hepatitis C, dan vaksinasi kanker multipel (untuk kanker payudara, usus besar, dan pankreas). Ini merupakan kemajuan yang patut ditunggu...

Pemberian vaksinasi suntikan tentunya memberikan rasa sakit, dan tidak nyaman, terutama bagi anak-anak. Selain itu efek pada kulit, berupa kemerahan, kadang sampai pembengkakan, diharapkan tidak terjadi bila vaksinasi diberikan melalui minuman (oral). Akan tetapi, tentunya penelitian ini masih harus ditelusuri lebih dalam. Pemberian melalui minuman, jelas beresiko terganggu dengan makanan dan minuman, termasuk kondisi di sepanjang saluran pencernaan, yang mungkin saja dapat mengganggu efektivitasnya.

Di balik itu semua, ini merupakan suatu kemajuan lagi dalam dunia kedokteran. Tindakan vaksinasi melalui minuman, diharapkan dapat mampu meningkatkan cakupan imunisasi dan orang tidak takut lagi untuk divaksinasi. Ingat mencegah itu lebih baik daripada mengobati ^^.

06 Januari 2009

Harapan Baru Penderita Kanker Payudara

Kanker Payudara merupakan salah satu jenis kanker terbanyak yang ditemukan pada wanita. Selain kanker leher rahim, kanker ini sangat ditakuti karena sering terlambat terdeteksi dan mengalami penyebaran, sehingga harus dilakukan pengangkatan payudara. Bahkan ACS-American Cancer Society, dalam laporannya di tahun 2007, menyebutkan bahwa kanker payudara menempati urutan kedua, setelah kanker paru-paru, sebagai penyebab kematian wanita terbanyak karena keganasan. Menurut penelitian registrasi RSCM (1975-1978) tidak kalah mengerikan. Kanker payudara merupakan kasus kanker kedua terbanyak setelah kanker leher rahim.

Kini, ada sebuah harapan baru yang menggembirakan bagi para penderita kanker payudara. Menurut reuters, seperti yang dikutip dari www.msnbc.com, para peneliti baru menemukan sebuah gen yang bertanggung jawab atas replikasi dan penyebaran sel-sel kanker payudara. Dengan menghambat metastasis atau penyebaran sel kanker ini, diharapkan angka ketahanan hidup para penderita kanker payudara meningkat.

Gen ini ditemukan di kromosom 8 manusia. Di sana terdapat sebuah segmen kecil yang ternyata mengalami gangguan, sehingga terduplikasi lebih dari normal. Gen MTDH ini, yang biasanya ditemukan memiliki 2 kopi (pengulangan), namun segmen gen ini bisa berulang sampai 8 kali pada para penderita kanker payudara yang ganas dan mengalami metastasis.

Para peneliti pun mencoba untuk menghambat gen MTDH ini. Dengan cara ini, kemampuan metastasis/penyebaran kanker payudara menurun sekaligus menyebabkan kanker payudara ini menjadi lebih peka terhadap pengobatan kemoterapi. Hasil eksperimen genetik ini sangat menggembirakan. Dengan penemuan ini, obat yang mampu menghambat gen MTDH berarti akan membantu proses pengobatan kanker payudara sekaligus mencegah penyebaran dari sel-sel kanker tersebut. Salah satu penelitinya, Yibin Kang, dari Universitas Princetown, mengemukakan bahwa penelitian ini kini telah menarik perhatian produsen obat untuk dikembangkan lebih lanjut. Mari kita tunggu......

16 Desember 2008

Terobosan Untuk Tulisan Dokter - Resep Tanpa Kertas

Kesalahan membaca resep dokter sesungguhnya sangat sering terjadi. Tentunya kita seringkali melihat tulisan dokter yang begitu indah (termasuk juga tulisan saya sih :D) Tulisan bagai ceker ayam atau sandi rumput tersebut kadangkala begitu sulit dibaca dan akhirnya bisa mengakibatkan salah persepsi, terutama dalam hubungan dokter-apoteker. Di Amerika saja, dikatakan kesalahan pembacaan telah merugikan 1,5 juta orang Amerika (woow).

Pemberian obat oleh apoteker akan sesuai dengan resep yang dituliskan oleh seorang dokter. Sayangnya, apoteker dan dokter juga manusia (kayak lagu aja :D). Memang sesungguhnya seorang apoteker telah dilatih sedemikian rupa untuk mencoba membaca dan mengapresiasikan tulisan dokter, namun tidak menutup kemungkinan bahwa kesalahan pembacaan dapat terjadi.

Untuk mengatasi masalah ini, ada sebuah artikel yang menarik berjudul Pushing more doctors to ditch the prescription pad (http://www.physorg.com/news148578376.html). Di Amerika Serikat, mereka sudah memperkenalkan penggunaan resep elektronik. Sayangnya baru 10 persen dokter yang menggunakan metode ini (mungkin tangannya gatel kalo gak nulis :D). Dengan cara ini, dokter tidak lagi menulis resep pada kertas, tapi langsung meminta obat melalui komputer yang online dengan apotik. Apoteker lalu tinggal menyiapkan obat sesuai dg pesanan di komputer.

Ini menurut saya merupakan terobosan besar yang harus dicoba diimplementasikan di Indonesia. Di era kemajuan teknologi, metode ini sangat menguntungkan. Dengan menggunakan komputerisasi, kesalahan pembacaan dapat dihindari, sekaligus komputer dapat mengingatkan dokter bila ada dosis yang berlebihan, ataupun interaksi obat yang tidak dikehendaki.

Ide ini patut dipertimbangkan oleh pemerintah dan pejabat terkait (mungkin bisa jadi program menkes suatu saat di masa yang akan datang hihihihi :D). Harapannya tetap, agar Indonesia menjadi semakin sehat.

(Gambar diambil dari www.paulnoll.com/China/documents/doc-prescription.htm)
page counter
Free Web Counter



Powered by  MyPagerank.Net
KampungBlog.com - Kumpulan Blog-Blog Indonesia Blog Flux Directory Yuk.Ngeblog.web.id blogarama - the blog directory Health Blogs - BlogCatalog Blog Directory
Blog Search Engine Add to Technorati Favorites