er leher rahim, kanker ini sangat ditakuti karena sering terlambat terdeteksi dan mengalami penyebaran, sehingga harus dilakukan pengangkatan payudara. Bahkan ACS-American Cancer Society, dalam laporannya di tahun 2007, menyebutkan bahwa kanker payudara menempati urutan kedua, setelah kanker paru-paru, sebagai penyebab kematian wanita terbanyak karena keganasan. Menurut penelitian registrasi RSCM (1975-1978) tidak kalah mengerikan. Kanker payudara merupakan kasus kanker kedua terbanyak setelah kanker leher rahim.Kini, ada sebuah harapan baru yang menggembirakan bagi para penderita kanker payudara. Menurut reuters, seperti yang dikutip dari www.msnbc.com, para peneliti baru menemukan sebuah gen yang bertanggung jawab atas replikasi dan penyebaran sel-sel kanker payudara. Dengan menghambat metastasis atau penyebaran sel kanker ini, diharapkan angka ketahanan hidup para penderita kanker payudara meningkat.
Gen ini ditemukan di kromosom 8 manusia. Di sana terdapat sebuah segmen kecil yang ternyata mengalami gangguan, sehingga terduplikasi lebih dari normal. Gen MTDH ini, yang biasanya ditemukan memiliki 2 kopi (pengulangan), namun segmen gen ini bisa berulang sampai 8 kali pada para penderita kanker payudara yang ganas dan mengalami metastasis.
Para peneliti pun mencoba untuk menghambat gen MTDH ini. Dengan cara ini, kemampuan metastasis/penyebaran kanker payudara menurun sekaligus menyebabkan kanker payudara ini menjadi lebih peka terhadap pengobatan kemoterapi. Hasil eksperimen genetik ini sangat menggembirakan. Dengan penemuan ini, obat yang mampu menghambat gen MTDH berarti akan membantu proses pengobatan kanker payudara sekaligus mencegah penyebaran dari sel-sel kanker tersebut. Salah satu penelitinya, Yibin Kang, dari Universitas Princetown, mengemukakan bahwa penelitian ini kini telah menarik perhatian produsen obat untuk dikembangkan lebih lanjut. Mari kita tunggu......
