Dalam sebuah kesempatan jaga terakhir, saya menjumpai 2 kasus tentang keracunan. Setelah berusaha disertai kerjasama bersama perawat, akhirnya 1 tidak dapat tertolong (alias meninggal dunia), namun satu pasien syukurlah sekarang sudah sehat dan bisa pulang. Akhirnya, saya pun jadi tertarik untuk menulis sedikit tentang keracunan.
Keracunan terjadi akibat adanya substansi atau senyawa berbahaya tertentu yang masuk ke dalam tubuh, baik dalam jumlah sedikit atau banyak, baik itu disengaja (alias bunuh diri) maupun tidak. Dua kasus yang saya jumpai, keduanya merupakan kasus percobaan bunuh diri. Satu mencoba meminum racun, yang satunya menggunakan campuran minuman dan obat-obat jamu. Akan tetapi, keracunan tidak terbatas itu saja. Keracunan bisa juga didapat melalui inhalasi (hirupan), ataupun injeksi (misalnya pada overdosis pemakaian narkoba).
Topik keracunan sendiri sebetulnya sangat luas (baik itu karena jenis racunnya yang beragam, maupun rute pemberian yang beragam pula). Maka di sini saya mencoba sedikit membahas bagaimana sih gejala-gejala keracunan yang umumnya dijumpai:
1. Pada awal, penderita akan menunjukkan gejala2 yang tidak umum (misalnya, gelisah, pusing, mual-mual, berkeringat banyak dsb). Bahkan dapat pula dijumpai tidak sadar.
2. Dapat disertai kejang dan muntah2 hebat.
3. Kadang bau racun atau senyawa tersebut dapat dicium. Atau bisa juga kita menemukan bekas bungkus racun disekitar penderita atau bekas suntikan disekitarnya.
4. Pasien yang tidak sadar, dapat mengeluarkan buih atau pun muntahan, disertai kencing dan berak secara spontan.
Pertolongan pertama yang harus segera dilakukan adalah:
1. Carilah pertolongan medis, segera. Beritahukan kepada petugas tentang temuan atau dugaan keracunan. Hal ini akan mempercepat proses pertolongan kepada penderita.
2. Jangan memasukkan apapun pada mulut penderita tanpa pengaman (misalnya sarung tangan), terutama pada penderita yang tidak sadar. (Anda bisa tergigit bila pasien tak sadar, atau bila racun yang diminum bersifat asam, kulit anda bisa langsung terbakar).
3. Jauhkan penderita dari tempat yang beracun (pada keracunan inhalasi), termasuk bersihkan/buka baju penderita yang terkena muntahan racun.
4. Bila terjadi kejang, jauhkan benda2 yang dapat melukai.
5. Bila muntah, segera miringkan dan lap dengan kain (ingat jangan langsung bersentuhan dengan muntahan).
6. Anda tidak perlu merangsang muntah, kecuali anda yakin bahwa penderita keracunan melalui makanan/minuman dan tidak bersifat merusak mukosa saluran pencernaan. Petugas kesehatan akan mengeluarkan isi lambung menggunakan selang, sehingga lebih aman untuk saluran pencernaan sampai mulut.
7. Bila menemukan bungkus atau senyawa yang diduga meracuni, segera ambil, simpan, dan tunjukkan kepada petugas.
Satu hal terakhir yang harus diingat. Penderita dengan riwayat percobaan bunuh diri, cenderung akan mengulangi aksinya dengan lebih berat. Jadi dukungan dan perhatian dari keluarga harusnya dapat mencegah aksi meracuni diri sendiri. Salam Sehat (^^)v.
Tampilkan postingan dengan label pertolongan pertama. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label pertolongan pertama. Tampilkan semua postingan
27 September 2010
20 Mei 2010
Pertolongan Pertama: Asma
Salam jumpa kembali, di tulisan kali ini, saya mencoba memberikan beberapa tips pertolongan pertama untuk asma.
Asma terjadi akibat tubuh seseorang berespon berlebihan terhadap suatu alergen. Respon berlebihan tersebut muncul di saluran pernafasan, dimana terjadi penyempitan saluran pernafasan yang masif. Maka, sesak merupakan tanda utama untuk asma. Tidak sulit untuk mengetahui seseorang penderita asma atau bukan. Biasanya penyakit ini kambuh-kambuhan, dan penderita memang sudah mengetahui kondisi tubuhnya.
Jadi, apa yang harus kita lakukan bila kita menjumpai penderita asma yang tiba-tiba mengalami serangan? Singkatan Breath (dari bahasa Inggris, yang dibaca B-ri-t-h) mungkin bisa membantu anda.
PS: singkatan ini hanya rekayasa saya saja untuk memudahkan kita mengingat... semoga membantu.. :D
1. B-erpindahlah ke tempat yang berudara bersih, sekaligus jauhkan dari alergen yang mungkin memicu asma, misalnya debu, asap rokok, asap kendaraan, serbuk sari bunga, kutu hewan peliharaan, dll.
2. Ri-leks dan tenangkan penderita. Posisi yang paling nyaman untuk penderita asma biasanya adalah duduk. Dengan duduk, membuat rongga paru-paru lebih luas daripada tiduran, sehingga bisa membantu pernafasan si penderita. Selain itu, tenangkan diri anda dan penderita, aturlah irama pernafasannya semaksimal mungkin.
3. T-reatment. Gunakan obat-obatan semprot asma. Biasanya penderita asma yang kambuh-kambuhan memiliki obat semprot (inhaler). Segera gunakan dengan cara yang tepat dan benar. Bantulah penderita untuk menggunakannya sendiri.
4. H-elp. Apabila serangan asma dirasa sangat berat, atau setelah 2x semprot yang optimal tidak memperbaiki gejala, atau bahkan terjadi perburukan gejala. Segeralah mencari bantuan. Hubungi dokter atau rumah sakit terdekat.
Asma terjadi akibat tubuh seseorang berespon berlebihan terhadap suatu alergen. Respon berlebihan tersebut muncul di saluran pernafasan, dimana terjadi penyempitan saluran pernafasan yang masif. Maka, sesak merupakan tanda utama untuk asma. Tidak sulit untuk mengetahui seseorang penderita asma atau bukan. Biasanya penyakit ini kambuh-kambuhan, dan penderita memang sudah mengetahui kondisi tubuhnya.
Jadi, apa yang harus kita lakukan bila kita menjumpai penderita asma yang tiba-tiba mengalami serangan? Singkatan Breath (dari bahasa Inggris, yang dibaca B-ri-t-h) mungkin bisa membantu anda.
PS: singkatan ini hanya rekayasa saya saja untuk memudahkan kita mengingat... semoga membantu.. :D
1. B-erpindahlah ke tempat yang berudara bersih, sekaligus jauhkan dari alergen yang mungkin memicu asma, misalnya debu, asap rokok, asap kendaraan, serbuk sari bunga, kutu hewan peliharaan, dll.
2. Ri-leks dan tenangkan penderita. Posisi yang paling nyaman untuk penderita asma biasanya adalah duduk. Dengan duduk, membuat rongga paru-paru lebih luas daripada tiduran, sehingga bisa membantu pernafasan si penderita. Selain itu, tenangkan diri anda dan penderita, aturlah irama pernafasannya semaksimal mungkin.
3. T-reatment. Gunakan obat-obatan semprot asma. Biasanya penderita asma yang kambuh-kambuhan memiliki obat semprot (inhaler). Segera gunakan dengan cara yang tepat dan benar. Bantulah penderita untuk menggunakannya sendiri.
4. H-elp. Apabila serangan asma dirasa sangat berat, atau setelah 2x semprot yang optimal tidak memperbaiki gejala, atau bahkan terjadi perburukan gejala. Segeralah mencari bantuan. Hubungi dokter atau rumah sakit terdekat.
Labels:
asma,
pertolongan pertama
14 April 2010
Pertolongan Pertama: Kejang
Hufft,, saya mohon maaf karena kesibukan, saya baru sempat menulis blog ini kembali. Cukup lama juga, well, kali ini setelah bermeditasi *agak lebay.. akhirnya saya memutuskan menulis tentang pertolongan pertama. Dan topik pertama adalah kejang..
Kejang merupakan kontraksi otot secara involunter akibat berbagai sebab. Secara medis banyak sekali penyebab kejang. Tapi pada tulisan ini, kita fokus saja pada kejang yang mungkin ditemui pada kondisi sehari-hari. Kejang klojotan seluruh tubuh sangat mungkin anda jumpai di kehidupan sehari-hari. Lalu apa yang harus anda lakukan??
1. Tetap tenang *kayaknya poin ini selalu menjadi no.1 ya hehehe.. dan segera panggil petugas medis atau bala bantuan.
2. Singkirkan benda-benda disekitar penderita, apalagi benda-benda yang membahayakan. Pastikan penderita memiliki ruang yang cukup untuk bergerak-gerak alias kejang. *termasuk juga orang-orang yang menonton, hendaknya jangan dekat-dekat.
3. Jangan memasukan apapun ke dalam mulut penderita. Apapun, termasuk itu tangan anda. Kontraksi yang involunter dapat sangat hebat, termasuk di mulut. Sehingga benda apapun dapat putus, atau terluka. Ingat keselamatan anda juga penting. *ini juga mencakup jangan memberi makan atau minum apapun..
4. Berkaitan dengan no.3, jangan juga berusaha mendekap penderita. *anda bisa ditonjok, meski si penderita tidak bermaksud demikian...
5. Segera setelah kondisi kejang menurun/membaik, miringkan penderita. Sebagian penderita kejang akan mutah setelah kejang,, sehingga posisi miring ini dapat mencegah terjadinya aspirasi. Lalu segeralah membawa penderita ke pusat kesehatan atau rumah sakit terdekat.
Ingat, pertolongan pertama sangat berarti, jadi bersiagalah dan selalu siap membantu :D
Kejang merupakan kontraksi otot secara involunter akibat berbagai sebab. Secara medis banyak sekali penyebab kejang. Tapi pada tulisan ini, kita fokus saja pada kejang yang mungkin ditemui pada kondisi sehari-hari. Kejang klojotan seluruh tubuh sangat mungkin anda jumpai di kehidupan sehari-hari. Lalu apa yang harus anda lakukan??
1. Tetap tenang *kayaknya poin ini selalu menjadi no.1 ya hehehe.. dan segera panggil petugas medis atau bala bantuan.
2. Singkirkan benda-benda disekitar penderita, apalagi benda-benda yang membahayakan. Pastikan penderita memiliki ruang yang cukup untuk bergerak-gerak alias kejang. *termasuk juga orang-orang yang menonton, hendaknya jangan dekat-dekat.
3. Jangan memasukan apapun ke dalam mulut penderita. Apapun, termasuk itu tangan anda. Kontraksi yang involunter dapat sangat hebat, termasuk di mulut. Sehingga benda apapun dapat putus, atau terluka. Ingat keselamatan anda juga penting. *ini juga mencakup jangan memberi makan atau minum apapun..
4. Berkaitan dengan no.3, jangan juga berusaha mendekap penderita. *anda bisa ditonjok, meski si penderita tidak bermaksud demikian...
5. Segera setelah kondisi kejang menurun/membaik, miringkan penderita. Sebagian penderita kejang akan mutah setelah kejang,, sehingga posisi miring ini dapat mencegah terjadinya aspirasi. Lalu segeralah membawa penderita ke pusat kesehatan atau rumah sakit terdekat.
Ingat, pertolongan pertama sangat berarti, jadi bersiagalah dan selalu siap membantu :D
Labels:
kejang,
pertolongan pertama
Langganan:
Postingan (Atom)
