Indonesia Sehat

Grab this Headline Animator

Tampilkan postingan dengan label kesehatan wanita. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kesehatan wanita. Tampilkan semua postingan

15 Januari 2010

Mengenal Osteoporosis

Masyarakat Indonesia sepertinya telah banyak mendengar tentang kata 'Osteoporosis'. Sudah banyak juga iklan dan kampanye, plus berbagai seminar dan ceramah, tentang penyakit ini. Tulisan ini saya buat intinya untuk membantu meluruskan beberapa hal tentang penyakit ini. Ada suatu pemahaman di masyarakat bahwa penyakit ini ditandai dengan tulang yang berbunyi (kayak di iklan tuh... menari terus 'kreek' :p) dan akibatnya penderita tidak mampu bergerak lagi. Pemahaman lainnya adalah bahwa penyakit ini semata-mata disebabkan karena konsumsi kalsium yang kurang,, dan akibatnya orang jadi berlomba-lomba untuk mengkonsumsi susu tinggi kalsium.

Osteoporosis pada prinsipnya merupakan penyakit penurunan massa tulang. Akibatnya tulang menajdi rapuh dan mudah patah. Penyakit ini merupakan penyakit degeneratif, maksudnya, umunya terjadi akibat penambahan usia. Memang ada lagi faktor resiko lain yang menyebabkan osteoporosis, antara lain: jenis kelamin perempuan, merokok, minuman ber-alkohol, asupan kalsium yang rendah, riwayat trauma atau jatuh berulang, aktivitas fisik yang rendah, serta konsumsi obat-obatan tertentu (antara lain golongan glukokortikoid).

Untuk memahami penyakit ini, kita harus memahami sedikit tentang remodelling tulang. Proses remodeling ini sangat penting bagi tulang. Prinsip remodeling selalu berhubungan dengan resorbsi dan formasi alias pembentukan. Tiap tulang pasti mengalami resorbsi yang dilanjutkan dengan pembentukan kembali, sehingga terus-menerus mempertahankan bentuk dan kekuatan tulangnya alias massa tulang.

Massa tulang terus-menerus di'pupuk' saat masa pubertas sampai mencapai puncak pada awal usia dewasa. Masa-masa inilah yang merupakan masa yang menentukan. Karena setelah masa 'kritis' ini, puncak massa tulang tidak akan bertambah dan selanjutnya cenderung menurun sesuai usia. Jadi puncak massa tulang yang tinggi, tentunya akan lebih baik daripada puncak massa tulang yang rendah. Saat-saat ini pulalah, asupan nutrisi sangat berperan, dalam kaitannya dengan osteoporosis, kalsium dan vitamin D merupakan dua nutrisi yang utama (meskipun kadar kalori, protein, mineral lain misalnya magnesium, juga berperan lhoo ^^).

Aktivitas fisik yang cukup juga sangat membantu. Tulang yang banyak mengalami kerusakan mikro akibat pergerakan (mikro lhoo, bukan trauma hebat yang sampe patah!!) cenderung menjadi lebih kuat karena adanya proses remodeling saat pubertas.

Lalu bagaimana gejala osteoporosis?? Secara kasat mata tidak ada. Lalu tentang masalah orang menari dan bunyi 'kreeek', biasanya yang berbunyi itu adalah sendi dan bukan tulang. Kecuali tulang itu patah dan menimbulkan sendi yang bukan pada tempatnya. Itulah mengapa tidak banyak orang yang tediagnosis osteoporosis, dan sebagian besar terdiagnosis akibat adanya patah tulang. Ya, patah tulang sering terjadi pada penderita osteoporosis. Dan patah tulang ini tidak memerlukan tenaga besar, jadi trauma kecil saja bisa menyebabkan patah tulang akibat massa tulang yang berkurang.

So gimana caranya mendiagnosis osteoporosis?? Kategori diagnosis WHO menyebutkan bahwa osteoporosis adalah kondisi dimana densitas massa tulang seseorang berada pada 2,5 SD dibawah rata-rata. Jadi, cara diagnosisnya harus dengan pengukuran massa tulang. Pemeriksaan BMD (Bone Mass Density) bisa dilakukan menggunakan pemeriksaan X-ray ataupun CT-scan. Pemeriksaan lain yang biasa dilakukan antara lain kadar kalsium, dan bahkan (dulu) biopsi tulang.

Jadi apa yang harus kita lakukan??
1. Asupan kalsium. Direkomendasikan pada saat pubertas dan dewasa muda (dimana puncak massa tulang berada), asupannya mencapai 1300 mg/hari. Sedangkan setelahnya kira-kira 1000-1200 mg/hari.
2. Aktivitas fisik tetap harus dilakukan. Bagi anda para muda-mudi,, olahraga lah!! Tapi bagi mereka yang telah berusia 50 tahun ke atas,, olahraga ringan perlu dilakukan tapi hindari trauma fisik. Ingat, usia 50 tahun ke atas tulang cenderung lebih rapuh!!
3. Jangan merokok!! (yang ini ga usah dijelasin juga udah pada tau hehehehe :P)
4. Hati-hati pada penggunaan obat-obatan glukokortikoid dalam jangka panjang.

Well, seperti kata iklan yang banyak beredar,, mari kita lawan OSTEOPOROSIS!!! ^^

07 Maret 2009

Hari Perempuan Sedunia

Tanggal 8 Maret besok, seluruh dunia merayakan Hari Perempuan Sedunia (International Women's Day). Kata 'emansipasi' tampaknya sangat kental melekat dengan perayaan ini. Lihat saja, sejarah membuktikan bahwa perlawanan para perempuan tanggal 8 Maret 1857 silam, akibat rendahnya upah dan gaji buruh perempuan, ternyata berimbas besar. Selanjutnya tanggal 8 Maret 1908, protes 15.000 perempuan di New York meminta jam kerja dikurangi, upah dinaikan, dan mereka meminta hak untuk memilih.

Di tahun 1911, Hari Perempuan Sedunia pertama kali dirayakan. Tapi saat itu masih dirayakan pada tanggal 19 Maret. Dua tahun kemudian (1913), akhirnya disepakati bahwa perayaan ini akan terus dirayakan setiap 8 Maret. Bahkan beberapa negara, seperti China, Armenia, Rusia, Azerbaijan, Belarus, Bulgaria, Kazakhstan, Kyrgyzstan, Macedonia, Moldova, Mongolia, Tajikistan, Ukraine, Uzbekistan dan Vietnam, memperingati perayaan ini sebagai hari libur (di Indonesia kok ga libur ya?? hehehe).

Kini, di tahun 2009, gaung perayaan hari perempuan sedunia di Indonesia mungkin tidak begitu ketara. Malah kita mungkin bersedih hati karena masih banyak perlakuan yang tidak adil yang diterima oleh para perempuan. Dalam kaitannya dengan kesehatan, angka kematian ibu di Indonesia masih terus tinggi (gak tau deh, kapan turunnya ckckckck,...). Belum lagi masalah gizi ibu yang masih kurang di beberapa daerah. Dan kasus yang baru hangat-hangatnya adalah aborsi.

Angka kematian ibu yang masih tinggi merupakan masalah kompleks yang dihadapi bangsa ini. Apalagi program KB disebut-sebut kini kurang berhasil. Hal ini semuanya meningkatkan resiko bagi para perempuan. Perempuan yang hamil berkali-kali memiliki resiko lebih besar. Oleh karenanya program KB, "dua anak cukup" dulu, sebenarnya cukup beralasan. Selain untuk mengurangi jumlah pertambahan penduduk, juga pasti berperan mengurangi resiko kematian ibu akibat persalinan.

Gizi ibu juga harus diperhatikan. Ibu yang mengandung bukan hanya menanggung kebutuhan gizi dirinya, tapi juga anak yang dikandungnya. Perencanaan persalinan juga merupakan hal lain yang harus diperhatikan. Bila hamil, semua harus direncanakan, termasuk tempat bersalin, angkutan yang mengantar ibu ke tempat bersalin, sekaligus biaya persalinannya. Masih ingat suami SIAGA?? (suami siap antar jaga)

Aborsi ilegal merupakan keadaan yang menurut saya sangat merugikan perempuan, termasuk membahayakan perempuan. Maraknya aborsi ilegal akhir-akhir ini, membuka mata kita akan pentingnya penyadaran akan para remaja perempuan bahayanya seks pra-nikah. Ingat Aborsi selalu memiliki resiko yang berat, mulai dari infeksi rahim, gangguan reproduksi (alias mandul), perdarahan, sampai kematian.

Well, bagi para perempuan, selamat merayakan hari perempuan sedunia. Bangkitlah perempuan Indonesia!! Kalau ada pepatah, surga ada di telapak kaki ibu.. Maka para perempuan Indonesia, jadilah ibu-ibu yang baik, dan melahirkan generasi-generasi penerus bangsa. Emansipasi dan persamaan hak harus terus diperjuangkan!! (asal jangan hak akan korupsi yaa...:D)

Gambar IWD dari: http://www.internationalwomensday.com/images/iwd_5.gif

13 Januari 2009

Dismenore, Nyeri saat Haid

Nyeri haid, atau dalam bahasa medis disebut sebagai dismenorea, merupakan suatu gejala dan timbul akibat kontraksi miometrium (otot dinding rahim) yang tidak beraturan. Tampaknya hampir semua wanita akan mengalami suatu derajat nyeri yang berbeda-beda saat menstruasi datang. Namun kategori dismenore yang dipakai adalah, bila nyeri tersebut cukup berat sehingga mengganggu aktivitas sehari-hari dan mengharuskan seseorang mencari pertolongan medis atau obat-obatan.

Dismenore sendiri dibagi menjadi 2, primer dan sekunder. Dismenore primer adalah nyeri haid yang dialami mulai sejak pertama kali menstruasi. Sering ditemukan pada usia muda, dan nyeri akan timbul seiring dengan teraturnya siklus menstruasi. Gejalanya, berupa nyeri haid, disertai mual, muntah, diare, nyeri kepala, bahkan pingsan. Nyeri haid yang timbul akan mencapai puncaknya pada hari pertama atau kedua menstruasi.

Dismenore primer ini, sampai saat ini penyebab pastinya belum diketahui. Namun diduga terjadi akibat gangguan hormonal dan psikis. Selain itu, di beberapa literatur, kondisi gizi dan faktor aktivitas dikatakan sebagai salah satu pencetus terjadinya dismenore primer ini. Biasanya kondisi ini sangat mudah diobati dengan obat-obatan penghilang rasa nyeri. Selain itu, terapi hormonal juga dapat diberikan untuk membantu mengurangi rasa nyeri. Pengobatan terbaru, disebutkan penggunaan analog GnRH, namun pengobatan ini diberikan hanya bila alternatif terapi lain gagal memberikan hasil yang maksimal.

Dismenore sekunder terjadi biasanya pada usia yang tua. Dismenore terjadi pada wanita yang semula terbebas dari dismenore. Seringkali dismenore ini disebabkan karena kelainan organik, misalnya endometriosis, peradangan pada panggul, tumor, polip, kelainan letak uterus, dan lainnya. Pengobatan dismenore sekunder ini tentunya adalah menghilangkan kausa penyebabnya. Seringkali dipilih juga jalan operatif untuk menghilangkan penyebab dismenore ini.

Beberapa tips untuk mengurangi rasa nyeri akibat dismenore, selain dengan obat-obatan, antara lain (dari berbagai sumber):
1. Kompres perut bagian bawah dengan air hangat, atau mandi dengan air panas. Hal ini diharapkan mampu merelaksasikan otot-otot perut, sehingga mengurangi rasa sakit
2. Saat berbaring, tinggikan posisi kaki dengan bantal, atau dekatkan kaki ke dada.
3. Cobalah untuk rutin berolahraga, seperti berjalan kaki, karena hal ini akan melancarkan peredaran darah, dan mengurangi intensitas nyeri.
4. Konsumsi makanan yang bergizi, termasuk buah-buahan dan sayuran. Dapat dicoba mengkonsumsi apel, pir, pepaya, jeruk, nanas, dan melon. Sedangkan sayuran, dapat dicoba wortel, kembang kol, bawang, dan tomat.
5. Hindari juga alkohol, kopi, dan rokok, karena disebut-sebut mampu mencetuskan dismenore.

(Gambar diambil dari http://sg.inmagine.com/168nwm/stockbyte/sbcore06/61204cor.jpg)
page counter
Free Web Counter



Powered by  MyPagerank.Net
KampungBlog.com - Kumpulan Blog-Blog Indonesia Blog Flux Directory Yuk.Ngeblog.web.id blogarama - the blog directory Health Blogs - BlogCatalog Blog Directory
Blog Search Engine Add to Technorati Favorites