Indonesia Sehat

Grab this Headline Animator

Tampilkan postingan dengan label kesehatan masyarakat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kesehatan masyarakat. Tampilkan semua postingan

27 September 2010

Pertolongan Pertama: Keracunan

Dalam sebuah kesempatan jaga terakhir, saya menjumpai 2 kasus tentang keracunan. Setelah berusaha disertai kerjasama bersama perawat, akhirnya 1 tidak dapat tertolong (alias meninggal dunia), namun satu pasien syukurlah sekarang sudah sehat dan bisa pulang. Akhirnya, saya pun jadi tertarik untuk menulis sedikit tentang keracunan.

Keracunan terjadi akibat adanya substansi atau senyawa berbahaya tertentu yang masuk ke dalam tubuh, baik dalam jumlah sedikit atau banyak, baik itu disengaja (alias bunuh diri) maupun tidak. Dua kasus yang saya jumpai, keduanya merupakan kasus percobaan bunuh diri. Satu mencoba meminum racun, yang satunya menggunakan campuran minuman dan obat-obat jamu. Akan tetapi, keracunan tidak terbatas itu saja. Keracunan bisa juga didapat melalui inhalasi (hirupan), ataupun injeksi (misalnya pada overdosis pemakaian narkoba).

Topik keracunan sendiri sebetulnya sangat luas (baik itu karena jenis racunnya yang beragam, maupun rute pemberian yang beragam pula). Maka di sini saya mencoba sedikit membahas bagaimana sih gejala-gejala keracunan yang umumnya dijumpai:
1. Pada awal, penderita akan menunjukkan gejala2 yang tidak umum (misalnya, gelisah, pusing, mual-mual, berkeringat banyak dsb). Bahkan dapat pula dijumpai tidak sadar.
2. Dapat disertai kejang dan muntah2 hebat.
3. Kadang bau racun atau senyawa tersebut dapat dicium. Atau bisa juga kita menemukan bekas bungkus racun disekitar penderita atau bekas suntikan disekitarnya.
4. Pasien yang tidak sadar, dapat mengeluarkan buih atau pun muntahan, disertai kencing dan berak secara spontan.

Pertolongan pertama yang harus segera dilakukan adalah:
1. Carilah pertolongan medis, segera. Beritahukan kepada petugas tentang temuan atau dugaan keracunan. Hal ini akan mempercepat proses pertolongan kepada penderita.
2. Jangan memasukkan apapun pada mulut penderita tanpa pengaman (misalnya sarung tangan), terutama pada penderita yang tidak sadar. (Anda bisa tergigit bila pasien tak sadar, atau bila racun yang diminum bersifat asam, kulit anda bisa langsung terbakar).
3. Jauhkan penderita dari tempat yang beracun (pada keracunan inhalasi), termasuk bersihkan/buka baju penderita yang terkena muntahan racun.
4. Bila terjadi kejang, jauhkan benda2 yang dapat melukai.
5. Bila muntah, segera miringkan dan lap dengan kain (ingat jangan langsung bersentuhan dengan muntahan).
6. Anda tidak perlu merangsang muntah, kecuali anda yakin bahwa penderita keracunan melalui makanan/minuman dan tidak bersifat merusak mukosa saluran pencernaan. Petugas kesehatan akan mengeluarkan isi lambung menggunakan selang, sehingga lebih aman untuk saluran pencernaan sampai mulut.
7. Bila menemukan bungkus atau senyawa yang diduga meracuni, segera ambil, simpan, dan tunjukkan kepada petugas.

Satu hal terakhir yang harus diingat. Penderita dengan riwayat percobaan bunuh diri, cenderung akan mengulangi aksinya dengan lebih berat. Jadi dukungan dan perhatian dari keluarga harusnya dapat mencegah aksi meracuni diri sendiri. Salam Sehat (^^)v.

21 September 2010

Berak Hitam

Proses buang air besar atau BAB, merupakan proses alamiah mengeluarkan isi yang ada dalam saluran cerna kita. Sebagian besar dari kita mungkin tidak memperhatikan apa yang kita keluarkan saat BAB. Padahal sesungguhnya feses yang kita keluarkan sedikit banyak menggambarkan sehat tidaknya usus kita.

Nah, dalam kesempatan kali ini (setelah beberapa bulan ga nulis, maaf ya para pembaca :D ^^) saya mencoba melemaskan jari2 saya untuk mengetik beberapa hal tentang BAB hitam alias melena (bacanya melena, dengan e seperti pada kata "enak")

Hitam pada feses (coba bayangkan... yang ngambang di kali itu hitam bukan kuning... *ingat,, jangan dibayangkan sambil makan hahaha :D) menandakan adanya perdarahan pada saluran cerna bagian atas (SCBA). Proses penghitaman biasanya terjadi karena darah tersebut mengalami oksidasi dan perubahan warna akibat kondisi asam yang terdapat pada SCBA. Hal ini biasanya dipakai oleh dokter untuk membedakan, apakah perdarahan terjadi pada SCBA atau sal cerna bagian bawah.

Adanya perdarahan pada SCBA pastinya merupakan suatu kondisi yang harus ditangani segera. Tukak atau luka pada lambung maupun usus 12 jari seringkali mendasari kondisi ini. Dan penyakit yang menyebabkannya harus segera diatasi. Well,, segera ke rumah sakit bila memang anda mengalami BAB hitam, apalagi sudah disertai muntah darah...

Beberapa kasus BAB hitam yang pernah saya jumpai seringkali datang dalam kondisi yang sangat terlambat.. Mereka sebagian besar datang dengan kadar Hb.. Oleh karena itu,, saranya saat BAB cobalah memperhatikan apa yang anda buang. Perhatikan adanya perubahan BAB dan segeralah mencari pertolongan bila terjadi BAB hitam. Jadi kalo BAB jangan cuma sambil baca koran ya hehehe...

Satu pengalaman lucu ketika saya sedang menganamnesis seorang pasien: "Mbah,, beraknya warna apa?? beraknya hitam ga??" Si pasien menjawab "Mboten dok, wong kulo mboten ngujuk kopi" (Ga dok, kan saya ga minum kopi...) dhueenkks...*.*... hahaha... well.. Salam sehat..:D

16 Desember 2009

Kotak Obat Keluarga

Tulisan ini terinspirasi dari salah seorang pasien saya. Ia seorang ibu muda, cukup memiliki pengetahuan yang luas tentang kesehatan, dan sangat concern terhadap penyakit anaknya. Dari konsultasi dan perbincangan, finally terkuak bahwa ia menyimpan obat2 keluarga yang penting di rumah. Sebuah tindakan yang sangat bijak, namun coba tebak dimana ia menyimpan obat-obatan itu?? Jawaban yang ibu itu berikan "KULKAS dok"... Woow,, saya pun terkejut.

Well, kemajuan informasi kesehatan dan berbagai iklan di media cetak maupun TV, membuat banyak ibu di rumah kini mempersiapkan obat2 sederhana di rumah. Lagi-lagi menurut saya sebuah tindakan yang bijak. Namun tahukah anda bahwa sebagian besar obat harus disimpan di suhu ruangan?? Obat-obatan yang biasa di simpan dikulkas atau pendingin biasanya merupakan obat suntik atau vaksin. Jadi sudah benarkah penyimpanan obat anda??

Obat pada dasarnya merupakan senyawa kimiawi. Sehingga membutuhkan tempat penyimpanan dan seyogyanya tidak digunakan sembarangan. Lalu bagaimana penyimpanan dan apa saja yang sebaiknya disiapkan di rumah? Berikut sebagian saran dari saya:

1. Mempersiapkan obat atau alat kesehatan untuk keluarga di rumah merupakan tindakan yang bijak. Nah, yang saya sarankan di simpan misalnya obat parasetamol (untuk menurunkan panas), oralit, obat merah (untuk luka), plester, bedak, termometer dan kain kassa. Obat-obat lain yang mungkin bisa anda tambahkan adalah obat-obat simtomatis (misalnya obat mencret, obat batuk, atau obat nyeri haid), namun perhatikan baik2 kegunaan dan cara pakai obat tersebut. Sebaiknya anda tidak menyimpan antibiotik, kecuali anda benar-benar menguasai dan mengerti kegunaan obat tersebut. O ya, satu lagi tentang obat,, jangan buang bungkus dan keterangan obat tentang dosis dan efek samping. Sekali lagi, itu penting untuk anda baca sebelum anda menggunakannya atau bila sewaktu-waktu lupa.

2. Taruhlah obat-obat tersebut dalam satu kotak khusus. Kotak tersebut harus cukup besar dan bersih. Hindari penyimpanan yang terkena sinar matahari langsung, karena beberapa obat dapat rusak bila terkena sinar matahari langsung. Tempatkan kotak obat di atas jangkauan anak-anak, dan JANGAN menaro obat di kulkas. Hati-hati, karena anak anda dapat memakan obat tersebut tanpa pengawasan anda. Susunlah obat-obatan dan alat kesehatan dengan rapih, sehingga mudah dicari sewaktu-waktu.

3. Bila setelah anda memberikan obat sendiri keluhan belum berkurang, jangan ragu berkonsultasi dengan dokter anda. Ingat, kegunaan kotak obat pada dasarnya hanya memberikan pertolongan pertama. Bawa segera ke dokter atau RS bila keluhan menetap atau memburuk.

4. Informasikan ke seluruh anggota keluarga akan adanya kotak obat, serta isi di dalamnya.

5. Buanglah segera obat yang sudah habis, atau expired (habis masa berlakunya). Perhatikan baik2 juga obat yang sudah berubah warna, mudah hancur atau menggumpal. Biasanya perubahan bentuk fisik obat menunjukkan bahwa obat tersebut sudah rusak, meskipun masa waktu berlakunya masih lama.

So, menyimpan dan menggunakan obat sendiri memang tidak ada salahnya. Namun, obat pada dasarnya adalah bahan kimiawi dan bisa menjadi racun bagi tubuh. Jadi kuasai benar obat yang anda simpan dan jangan ragu untuk bertanya pada dokter anda... Salam sehat...^^

Gambar diambil dari http://www.conectique.com/cetak/?article_id=4779

12 November 2009

Lingkungan Sehat, Rakyat Sehat

Tanggal 12 November 2009 hari ini, merupakan peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-45. Depkes tahun ini mencanangkan tema "Lingkungan Sehat, Rakyat Sehat".

Dari tema yang diusung, Depkes lagi-lagi terus menekankan pentingnya promotif dan preventif dalam menjaga kesehatan. Rakyat diminta ikut berperan aktif menjaga kebersihan lingkungan, sekaligus mempromosikan cara hidup sehat. Cukupkah??

Pesan promotif dan preventif dari dulu terus digaungkan oleh Depkes dan para pejabat pemerintahan. Akan tetapi perbaikan sistem kesehatan nasional masih jauh dari yang diharapkan. Di daerah-daerah terpencil, masyarakat masih hidup dalam rumah yang tidak sehat. Jamban keluarga masih belum tersedia. Fasilitas air bersih pun juga masih sulit dijangkau.

Belum lagi permasalahan pembiayaan kesehatan yang terus-menerus jauh dari kata puas. Sistem Jamkesmas (Jaminan Kesehatan Masyarakat), yang sebelumnya Askeskin, juga belum memuaskan banyak pihak. Sistem asuransi kesehatan yang dimiliki Indonesia juga belum merangkul seluruh masyarakat. Padahal kita sungguh merindukan sistem asuransi seperti ini.

Menggratiskan biaya kesehatan 100% menurut saya bukan merupakan suatu tindakan yang mendidik. Orang akan lupa betapa mahalnya biaya kesehatan yang sesungguhnya, dan tidak mengherankan kalau tagihan Jamkesmas melonjak tinggi. Sistem asuransi kesehatan, dalam situasi seperti ini, akan sangat membantu. Membayar asuransi dalam jumlah tertentu, akan mendidik masyarakat dan menunjukkan bahwa pemeliharaan kesehatan tetap membutuhkan biaya. Di samping itu, sistem asuransi yang membayar tenaga kesehatan, juga akan mendorong dokter dan tenaga kesehatan lainnya untuk mengedepankan promotif dan preventif.

Kebijakan Menkes yang baru, tentang sistem kesehatan, dan terlebih lagi sistem pembayaran kesehatan kini masih ditunggu-tunggu oleh banyak pihak. Terlepas dari kontroversi pengangkatan beliau, kini masyarakat sekaligus para tenaga kesehatan menunggu kebijakan-kebijakan Menteri Kesehatan. Sudah 45 tahun berlalu, dan itu bukanlah waktu yang singkat. Kita harus mampu menciptakan suatu sistem kesehatan nasional yang merata bagi seluruh lapisan masyarakat... semoga^^

Selamat merayakan Hari Kesehatan Nasional, selamat memasuki Bulan Lingkungan Sehat.

06 November 2009

Malaria, Takut atau Waspada?

Apa yang menjadi pemikiran anda ketika anda ditugaskan ke daerah timur Indonesia seperti Papua?? Yap, salah satunya pasti mengenai penyakit yang emang terkenal, Malaria. Masalah ini juga sempat ditanyakan kepada saya ketika saya akan berangkat bertugas di Papua.

Banyak orang, termasuk juga dokter, merasa takut akan penyakit yang satu ini. Menurut data Profil Kesehatan Indonesia tahun 2005, AMI (Annual Malaria Incidence) tertinggi ada di Papua (208,82) diikuti NTT (100,49). Malaria memang terus-menerus menjadi salah satu masalah kesehatan di Indonesia, terutama Indonesia bagian timur.

Penyakit malaria merupakan penyakit yang disebabkan oleh parasit yang masuk ke dalam darah. Parasit Plasmodium tersebut, masuk melalui gigitan nyamuk dan kemudian berkembang biak dalam tubuh manusia. Nyamuk penggigit yang dapat menularkan malaria ada berbagai jenis, antara lain jenis Cullex dan Anopheles. Karateristiknya nyamuk-nyamuk tersebut biasa menggigit di sore sampai malam hari dan mereka berkembang biak di daerah-daerah berawa dan air-air tergenang.

Gejala-gejala malaria yang muncul antara lain:
1. Demam naik tinggi menggigil yang kemudian segera turun disertai keringat. Siklus demam ini berulang sesuai dengan karakteristik parasit yang masuk.
2. Muntah.
3. Diare.
4. Nyeri kepala dan persendian.
5. Pada malaria berat bahkan bisa menyebabkan penurunan kesadaran, sampai koma.

Lalu, apakah kita harus takut terhadap malaria??Mungkin yang lebih tepat adalah waspada. Setelah mengerti bagaimana penularan malaria, maka ada beberapa hal yang bisa kita persiapkan bila akan mengunjungi daerah endemis malaria:
1. Pelajari dengan baik daerah yang akan kita kunjungi.
2. Bersihkan daerah tempat tinggal kita dari tempat-tempat berkembang biaknya nyamuk, serta pasang kawat nyamuk.
3. Hindari gigitan nyamuk, baik menggunakan obat nyamuk maupun repellent.
4. Tidurlah menggunakan kelambu (panas sih emang^^, tapi daripada kena gigigtan nyamuk hehehe).
5. Minum obat profilaksis malaria (pencegahan).
6. Segera periksa ke tempat-tempat seperti RS atau Puskesmas apabila anda curiga anda terinfeksi malaria.

The good physician treats the disease; the great physician treats the patient who has the disease. (William Osler)

17 Maret 2009

Kampanye Dimulai PMI Siaga

Kemarin tanggal 16 Maret 2009, kampanye rapat umum resmi dimulai. Dalam kampanye ini, para partai politik dimungkinkan untuk mengerahkan massa dan mengumpulkan massa dalam jumlah besar. Tentunya keributan-keributan dalam kampanye sangat mungkin terjadi, bahkan dalam deklarasi kampanye damai kemarin di PRJ, salah satu partai sudah ribut-ribut dengan KPU (waduh hari pertama kok udah begitu ^^)

Dalam masa kampanye ini, berdasarkan keterangan pers PMI, PMI telah memobilisasi posko kesehatan dan ambulans untuk memberikan bantuan pertolongan pertama di tempat-tempat kampanye yang memobilisasi massa dalam jumlah besar.
“Posko kesehatan dan ambulans akan kami lakukan di lokasi-lokasi kampanye pemilu dan terutama yang diperkirakan akan berkumpul massa dalam jumlah besar,” kata Ketua Umum PMI Mar’ie Muhammad. Mar’ie Muhammad menambahkan, posko kesehatan dan ambulans ini dikerahkan sebagai sarana pertolongan pertama dan transportasi bagi mereka yang membutuhkan untuk dibawa ke rumah sakit terdekat.

Posko kesehatan dan mobilisasi ambulans PMI dilakukan mulai tanggal 16 Maret sampai 5 April 2009. Masing-masing posko dilengkapi dengan 1 unit ambulans, peralatan pertolongan pertama, tandu, dan 2 personil relawan. Selain itu, PMI juga sudah melakukan koordinasi dengan instansi terkait, seperti rumah sakit, dan puskesmas.

Kita semua tentunya mengharapkan kampanye pemilu berlangsung aman, tanpa adanya bentrokan yang memakan korban. Namun, bila terjadi sesuatu, anda dapat menghubungi PMI call center untuk pemilu 2009 dengan nomor (021)-33 777 777 selama 24 jam.

Hingga saat ini PMI memiliki sekitar 56.000 relawan yang tersebar di Indonesia dengan kemampuan memberikan pertolongan pertama dan basic life support. Selain itu PMI juga mempunyai 180 tenaga medis dan paramedis yang tergabung dalam Tim Aksi Medis atau Medical Action Team (MAT) yang dapat memberikan emergensi darurat di lokasi bencana dan konflik.

Mari kita berkampanye dengan elegan dan damai.. Hentikan tindakan anarkis.. dan ciptakan Indonesia yang aman...

Gambar merupakan peta ambulans PMI seluruh Indonesia-sumber press release PMI.

16 Maret 2009

Ingin Punya Anak Laki-Laki atau Perempuan??

Bagi para pasangan suami istri yang baru menikah, dan/atau yang merencanakan memiliki anak, kadangkala timbul keinginan untuk memiliki anak laki-laki atau perempuan. "Saya inginnya anak pertama laki-laki dok, bagaimana ya??", itu mungkin sebuah contoh bagaimana masalah gender masih dominan dalam kehidupan masyarakat Indonesia. Masalah ini juga ditanyakan oleh salah satu kawan saya (cepetan merit lo... hahahaha...^^), semoga tulisan ini dapat membantu.

Sesungguhnya penentuan jenis kelamin anak paling tepat hanya dapat dilakukan menggunakan IVF (In Vitro Fertilization) alias bayi tabung. Dengan metode itu, dapat dilakukan washing sperm (sperma di cuci) sehingga dapat dipisahkan mana sperma X dan mana sperma Y, yang pada akhirnya bisa menentukan jenis kelamin si anak.

Jenis kelamin ditentukan oleh kromosom seks, yakni XX atau XY. Bila ovum yang mengandung X bertemu dengan sperma X, maka tentunya keturunan yang dihasilkan adalah XX alias perempuan. Begitu pula dengan XY yang berarti berjenis kelamin laki-laki. Nah dari penejelasan di atas, maka ada dua tipe sel sperma. Yakni sel sperma X dan sperma Y. Kedua sel ini memiliki perbedaan, dimana sel sperma X bergerak lebih lambat, namun lebih tahan akan suasana asam, serta memiliki ketahanan hidup lebih besar daripada si sperma Y. Jadi ini bisa menjadi faktor penentu juga dalam jenis kelamin anak.

Dari sisi ibu, kondisi vagina normal adalah sangat asam, yakni memiliki tingkat keasaman (pH) 3,8 sampai 4,5. Namun, jangan ada juga perempuan tertentu yang secara genetis memiliki tingkat keasaman sedikit lebih basa. Untuk mengetahui tingkat keasaman vagina, banyak sekali alat2 penentu keasaman yang dijual di apotik, anda bisa mengetahuinya sendiri. Nah, karena memang sangat asam, maka sperma X jelas memiliki keuntungan lebih, dan pada akhirnya hal ini menjadi salah satu alasan kenapa di dunia lebih banyak perempuan daripada laki-laki....

Dari pembahasan di atas, mari kita sedikit berandai-andai.... Ovum dikeluarkan sekitar hari ke 14 siklus menstruasi (alias kurang lebih dua minggu sebelum menstruasi berikutnya). Nah, jadi jika anda ingin memiliki anak perempuan, maka ingat bahwa sperma X merupakan sperma yang tahan lama dan tahan asam. Sehingga anda dapat berhubungan sehari atau dua hari dari perkiraan tanggal keluarnya ovum. Harapannya, para sperma X dapat menunggu ovum satu hari, sedang para sperma Y sudah mati karena memang tidak bertahan lama.

Sebaliknya, sperma Y merupakan sperma yang berjalan cepat (ngebut...), maka bila anda ingin memiliki anak laki-laki, cobalah berhubungan pas pada saat perkiraan keluarnya ovum (ovulasi). Ditambah anda dapat mencoba mengurangi keasaman vagina... Caranya dengan melakukan foreplay, sehingga terjadi lubrikasi pada vagina yang harapannya akan mengurangi keasaman, sehingga memberi peluang pada sperma Y (tentunya, semakin banyak lubrikasi, harapannya semakin basa kondisi vagina).

Di luar itu, ada beberapa artikel tulisan yang menyarankan penggunaan bahan kimiawi dan makanan. Saya jelas tidak menganjurkan penggunaan bahan kimiawi untuk mempengaruhi pH vagina, karena penggunaan tersebut jelas dapat menyebabkan penyakit. Untuk masalah makanan, disebutkan makanan alkalis (basa) seperti asparagus, almond, kembang kol, brokoli, pepaya, kentang, apel, pisang, melon, dsb, bisa mengkoreksi keasaman. Sedangkan makanan asam seperti ayam, bebek, telur, jagung, ikan, sapi dsb, akan meningkatkan keasaman. Akan tetapi, anda jelas tidak akan dapat mengubah tingkat keasaman tubuh (lihat artikel saya sebelumnya), sehingga saya pun meragukan kemampuan makanan-makanan ini.

Akhir kata, ini semua hanya usaha untuk meningkatkan probabilitas (alias kemungkinan ^^). Pada akhirnya Yang Diatas juga lah yang menentukan. Seperti slogan KB, dua anak cukup, perempuan dan laki-laki sama saja. Jadi anak perempuan atau laki-laki, sayangilah mereka, karena mereka semua titipan TUHAN ^^

Gambar diambil dari: http://www.lambda.org/Gensymb-M_F.gif

07 Maret 2009

Hari Perempuan Sedunia

Tanggal 8 Maret besok, seluruh dunia merayakan Hari Perempuan Sedunia (International Women's Day). Kata 'emansipasi' tampaknya sangat kental melekat dengan perayaan ini. Lihat saja, sejarah membuktikan bahwa perlawanan para perempuan tanggal 8 Maret 1857 silam, akibat rendahnya upah dan gaji buruh perempuan, ternyata berimbas besar. Selanjutnya tanggal 8 Maret 1908, protes 15.000 perempuan di New York meminta jam kerja dikurangi, upah dinaikan, dan mereka meminta hak untuk memilih.

Di tahun 1911, Hari Perempuan Sedunia pertama kali dirayakan. Tapi saat itu masih dirayakan pada tanggal 19 Maret. Dua tahun kemudian (1913), akhirnya disepakati bahwa perayaan ini akan terus dirayakan setiap 8 Maret. Bahkan beberapa negara, seperti China, Armenia, Rusia, Azerbaijan, Belarus, Bulgaria, Kazakhstan, Kyrgyzstan, Macedonia, Moldova, Mongolia, Tajikistan, Ukraine, Uzbekistan dan Vietnam, memperingati perayaan ini sebagai hari libur (di Indonesia kok ga libur ya?? hehehe).

Kini, di tahun 2009, gaung perayaan hari perempuan sedunia di Indonesia mungkin tidak begitu ketara. Malah kita mungkin bersedih hati karena masih banyak perlakuan yang tidak adil yang diterima oleh para perempuan. Dalam kaitannya dengan kesehatan, angka kematian ibu di Indonesia masih terus tinggi (gak tau deh, kapan turunnya ckckckck,...). Belum lagi masalah gizi ibu yang masih kurang di beberapa daerah. Dan kasus yang baru hangat-hangatnya adalah aborsi.

Angka kematian ibu yang masih tinggi merupakan masalah kompleks yang dihadapi bangsa ini. Apalagi program KB disebut-sebut kini kurang berhasil. Hal ini semuanya meningkatkan resiko bagi para perempuan. Perempuan yang hamil berkali-kali memiliki resiko lebih besar. Oleh karenanya program KB, "dua anak cukup" dulu, sebenarnya cukup beralasan. Selain untuk mengurangi jumlah pertambahan penduduk, juga pasti berperan mengurangi resiko kematian ibu akibat persalinan.

Gizi ibu juga harus diperhatikan. Ibu yang mengandung bukan hanya menanggung kebutuhan gizi dirinya, tapi juga anak yang dikandungnya. Perencanaan persalinan juga merupakan hal lain yang harus diperhatikan. Bila hamil, semua harus direncanakan, termasuk tempat bersalin, angkutan yang mengantar ibu ke tempat bersalin, sekaligus biaya persalinannya. Masih ingat suami SIAGA?? (suami siap antar jaga)

Aborsi ilegal merupakan keadaan yang menurut saya sangat merugikan perempuan, termasuk membahayakan perempuan. Maraknya aborsi ilegal akhir-akhir ini, membuka mata kita akan pentingnya penyadaran akan para remaja perempuan bahayanya seks pra-nikah. Ingat Aborsi selalu memiliki resiko yang berat, mulai dari infeksi rahim, gangguan reproduksi (alias mandul), perdarahan, sampai kematian.

Well, bagi para perempuan, selamat merayakan hari perempuan sedunia. Bangkitlah perempuan Indonesia!! Kalau ada pepatah, surga ada di telapak kaki ibu.. Maka para perempuan Indonesia, jadilah ibu-ibu yang baik, dan melahirkan generasi-generasi penerus bangsa. Emansipasi dan persamaan hak harus terus diperjuangkan!! (asal jangan hak akan korupsi yaa...:D)

Gambar IWD dari: http://www.internationalwomensday.com/images/iwd_5.gif

22 Februari 2009

World Day of The Sick, Ponari dan Puyer

Di bulan februari ini, saya mohon maaf bila blog ini mungkin kurang ter'update dengan baik :D... Nah, selama bulan februari ini, saya mencatat setidaknya ada tiga kejadian yang menarik.

Tanggal 11 Februari 2009 kemarin dirayakan Hari Orang Sakit Sedunia (taukah anda?? :D)... Perayaan ini biasanya ditandai dengan misa dan doa bersama bagi seluruh orang sakit di dunia. Di Vatikan, paus mendoakan para anak-anak korban perang yang akhirnya menjadi cacat dan sakit.
"There are children injured in body and in mind, subsequent to conflicts and wars, and other innocent victims of the insensate hatred of adults. There are "street" children, who are deprived of the warmth of a family and left to themselves, and minors defiled by degenerate people who violate their innocence, causing them psychological damage that will mark them for the rest of their lives.....A very special greeting for you, dear children sick and suffering"
Sebuah pesan utama bagi kita semua untuk memperhatikan mereka yang sakit dan membutuhkan bantuan kita.

Selanjutnya, tentang Ponari. Mungkin kalo ditanya saat ini, sapa sih yang tidak kenal dengan Ponari?? Si dukun cilik 10 tahun yang menghebohkan dari Jombang. Dengan batu kuning ajaibnya, ia dikabarkan mampu menyembuhkan berbagai penyakit, dan ribuan orang bahkan rela antri hanya untuk mendapatkan air yang telah mendapatkan celupan batu sakti Ponari. Campur tangan MUI dan pemerintah daerah, sekaligus Kak Seto dalam masalah Ponari semakin menunjukkan bahwa masalah Ponari ini merupakan masalah yang kompleks.

Yang terakhir, polemik puyer. Masalah ini dikupas bolak-balik oleh salah satu stasiun TV swasta, dan menimbulkan berbagai komentar dari beberapa teman sejawat. Baik positif maupun negatif.

Apa yang bisa ditarik dari ketiga poin di atas?? Saya melihat bahwa hari-hari ini, dimana kesulitan ekonomi semakin membelit, pengangguran semakin banyak, dan berbagai kesulitan lain mendera Indonesia, maka kesadaran orang untuk berobat menjadi semakin kecil atas alasan ekonomi. Hal ini yang akhirnya mendorong banyak orang mencari alternatif pengobatan, salah satunya Ponari. Belum lagi masalah2 dalam sistem kesehatan nasional, pembiayaan asuransi kesehatan untuk semua, kualitas dokter, sampai masalah pemberian puyer, akan semakin memperkeruh kondisi kesehatan Indonesia.

Pengobatan Ponari, secara logika medis memang hanya menunjukkan kesembuhan secara psikologis. Bahkan MUI melarang dan IDI setempat sampai "menantang" pengobatan Ponari agar dilakukan di Rumah Sakit... Tapi, menurut saya, justru masalah ini harus menjadi alat bagi kita untuk menyadari bahwa ada "something wrong" dalam sistem kesehatan nasional. Cobalah para pemegang kebijakan melihat lagi implementasi Jamkesmas di lapangan. Coba lihat lagi apakah memang Jamkesmas sudah mencakup orang yang tepat. Dan masih banyak lagi masalah yang harus menjadi bahan permenungan kita semua.

Polemik puyer merupakan polemik yang cukup kompleks. Pro dan kontra terus-menerus tidak akan pernah ketemu, sampai ditetapkan suatu sistem yang mengatur. Pemberian bentuk sediaan obat jelas terkait dengan biaya pengobatan. Puyer di daerah (jangan bandingkan dengan Jakarta, dan dokter spesialis yaa....) masih merupakan bentuk sediaan yang murah. Puyer sesungguhnya merupakan bentuk sediaan yang paling tepat untuk anak, bila dibuat dengan benar. Di puskesmas, tidak semua obat tersedia dalam bentuk sirup. Dan bila puyer dilarang, lalu apakah benar pemberian berbagai obat dalam bentuk sirup sudah tepat (tepat dosis, tepat cara pemberian)???

Tulisan ini tidak bermaksud untuk menyalahkan salah satu pihak, namun saya hanya berharap semoga berbagai polemik Ponari dan puyer ini bisa selesai. Karena jelas kita semua pada intinya - sama seperti harapan pada hari orang sakit sedunia - ingin agar semua orang sakit, terutama anak-anak yang sakit, sembuh dengan baik. :D

06 Februari 2009

Lawan Kanker dengan pH Darah

Ada sebuah e-mail masuk dan tulisan awalnya cukup menarik
"Dalam kondisi darah dengan pH basa, sel kanker tak bisa tumbuh, atau pun
berkembang. Bahkan sel kanker yg ada bakal menjadi mati sendirinya"
Penasaran dengan hal itu, saya mencoba mencari berbagai sumber artikel yang menghubungkan pH dengan kanker. pH atau derajat keasaman dalam tubuh kita selalu berada dalam kisaran yang tetap (7,35-7,45). Derajat keasaman sendiri berkisar antara 0 (sangat asam) sampai 14 (sangat basa) dengan nilai tengah berada di 7 (netral). Tubuh kita memang sedikit basa (karena sedikit di atas 7). Namun bila terjadi pergeseran nilai pH maka seluruh kondisi tubuh kita akan terganggu. Contohnya bila nilai pH turun menjadi 7 saja, maka sudah terjadi keadaan yang namanya asidosis. Kebalikannya terjadi yang namanya alkalosis.

Akibat asidosis dan alkalosis sangat buruk. Asidosis akan menyebabkan gangguan pernafasan, depresi susunan saraf pusat, koma, bahkan kematian. Alkalosis menyebabkan terangsangnya susunan saraf pusat, kejang-kejang, dan juga sampai kematian. Jadi dalam proses normal, apapun yang kita makan tidak akan berpengaruh banyak terhadap pH tubuh kita. Karena tubuh kita memiliki sistem yang mempertahankan derajat keasaman tubuh.

Oke, pernyataan di atas kemudian diikuti dengan pernyataan bahwa
"Bagaimana menjaga darah yang ber pH basa rendah adalah
langkah yang pertama untuk menghindari penyakit kanker."
Dari sudut pandang medis, penelitian secara in vitro memang menunjukkan bahwa kondisi alkalis (basa) memang tidak disukai oleh sel-sel kanker. Bahkan sel-sel kanker ini berkembang jauh lebih pesat pada kondisi yang asam. Mengapa demikian? Karena dalam kondisi asam, oksigen tidak dapat masuk ke sel dengan baik, enzim-enzim pun rusak, disertai gangguan sistem organ. Namun, belum ada penelitian terkontrol pada manusia bahwa makan makanan yang alkalis akan mampu mencegah sekaligus mengobati kanker.

Ada memang makanan-makanan tertentu yang mengandung tingkat alkalis yang tinggi, seperti semangka, nanas, mangga, alpukat, jeruk, asparagus, pepaya dll. Sedangkan makanan yang mengandung tingkat keasaman (asiditas) tinggi adalah alkohol, gula putih, kopi, tembakau, obat-obatan (sebagian besar obat), keju, kacang-kacangan tertentu, dsb. Tapi itu tidak berarti bahwa dengan makan makanan yang alkalis, lalu tubuh kita akan menjadi basa terus-menerus. Sistem kompensasi tubuh pasti akan mengembalikan tingkat keasaman tubuh kembali ke kisaran normal.

Jadi, bagaimana saran nya?? makan lah makanan yang seimbang. Tubuh telah diatur oleh Sang Pencipta memang berada di kisaran sedikit basa. Namun tidak ada makanan yang bisa mengubah pH darah menjadi lebih alkalis. Lagipula bila terlalu alkalis, kita akan mengalami gangguan dan bisa menyebabkan kematian. Keep healthy...:D

Sumber:
1. http://www.brighamandwomens.org/healtheweightforwomen/special_topics/AlkalineDietsAndCancer.pdf
2. http://drbenkim.com/ph-body-blood-foods-acid-alkaline.htm
3. http://www.rainbowminerals.net/Rust/rot_rust_tour2.html

4. http://www.rainbowminerals.net/Rust/rot_rust_tour5.html

Gambar diambil dari http://www.healingdaily.com/conditions/saliva-ph-test.jpg

02 Februari 2009

Kesehatan Untuk Semua

Penuhilah kebutuhan kesehatan warga negara dan Anda akan memenangi pemilu. Ya itulah kalimat pertama artikel opini Kompas hari ini yang dikarang oleh Sugeng Bahagijo. Sebuah kalimat yang bisa jadi memang benar. Masyarakat Indonesia kini terus-menerus menunggu konsep kesehatan yang paling baik dan tentunya terjangkau oleh semua warga negara. Mulai dari program Gakin, Askeskin, dan kini Jamkesmas, tampaknya program kesehatan Indonesia masih penuh dengan masalah.
Lima tahun pasca-Undang-Undang Sistem Jaminan Sosial Nasional (SJSN) 2004, yang hendak menata ulang jaminan kesehatan, kita belum mendengar rencana para calon presiden untuk mempercepat pelaksanaan SJSN. Tujuh bulan menjelang pemilu presiden, kita juga belum melihat rencana kesehatan yang rinci dan kredibel, yang oleh pemilih dapat dinilai, didukung, atau ditolak. Nah, daripada banyak2 buat spanduk dan mengobral janji yang gak jelas, mending para presiden dan caleg berpikir tentang sitem jaminan nasional termasuk sistem asuransi kesehatan yang terbaik buat Indonesia.

Dari standar WHO, yakni anggaran kesehatan 15 persen, Indonesia baru menyediakan anggaran 2,8 persen dari seluruh APBN nya tahun 2009 (gila jauh banget). Sugeng lebih lanjut menyatakan "Bila harus memilih, mestinya kesehatan lebih utama ketimbang pendidikan yang meraup anggaran 20 persen." Saya pribadi mengatakan, keduanya harus seimbang. Beberapa hari terakhir, pendidikan memang sangat disorot, sehingga pemerintah akhirnya menaikkan anggaran pendidikannya sampai 20 persen. Namun, lagi-lagi kesehatan tidak dihiraukan. Muncul pertanyaan dalam benak saya, bila anak sakit dan tidak punya biaya berobat, lalu bisakan dia bersekolah dan mencapai prestasi yang optimal?? Begitu pula sebaliknya bila tingkat pendidikan rendah, apakah mereka akan peduli dengan kesehatan mereka?? Jadi semuanya musti berjalan beriringan.

Kebutuhan akan asuransi kesehatan yang mencakup semua warga Indonesia harus segera ditanggapi oleh pemerintah. Biaya kesehatan makin lama semakin mahal. Ketimpangan hak atas kesehatan akan berlanjut jika perubahan tidak dilakukan. Ketiadaan asuransi sosial menjadi sebab.

Kini layak ditunggu jawaban atas berbagai pertanyaan yang disebut oleh Sugeng "mengapa kita pelit dalam alokasi anggaran kesehatan. Apakah ini akan dipertahankan? Benarkah Jamkesnas akan dilanjutkan? Bagaimana dengan mereka yang tidak tercakup Jamkesnas?"

Semoga memang kesehatan untuk semua menjadi kenyataan di negeri Indonesia...

28 Januari 2009

Program Berobat Gratis

Tanggal 27 Januari 2009, warga Sumatera Selatan boleh bergembira, pasalnya, kini di kabupaten/kota Sumatera Selatan telah diberlakukan Jamsoskes (Jaminan Sosial Kesehatan) yang seluruh dananya diambil dari APBD Sumatera Selatan. Dengan proyek ini, kini setiap warga kabupaten/kota Sumatera Selatan dapat menikmati program berobat gratis di seluruh puskesmas dan rumah sakit di Palembang, bahkan bisa sampai di rujuk di Jakarta.

Bukan sebuah program yang sederhana. Dan tentunya membutuhkan partisipasi semua pihak. Salut memang kepada Alex Noerdin (Gubernur Sumsel) yang mampu mewujudkan janjinya memberikan pengobatan gratis bagi seluruh rakyat Sumsel. Kini setelah dimulai, permasalahan selanjutnya adalah mempertahankan proyek ini sekaligus memantau jalannya proyek agar pengobatan gratis sungguh-sungguh dapat dinikmati oleh rakyat.

Berbagai masalah pun muncul. Setelah diberlakukan, pasti pertama-tama akan terjadi lonjakan pasien di seluruh puskesmas dan rumah sakit. Siapkah puskesmas dan rumah sakit menampung dan melayani lonjakan tersebut?? Hal ini patut kita tunggu, bagaimana pemprov Sumsel mengatasi masalah keterbatasan sumber daya ini. Sebagai gambaran, ketika pertama proyek Askin (dahulu) diberlakukan, puskesmas di daerah kebanjiran pasien, padahal jumlah dokter terbatas.

Selanjutnya pemantauan merupakan masalah yang paling sulit. Ketakutan penurunan kualitas pelayanan memang pasti muncul. Dari kompas.com "Juhar (38), warga Sukomoro, mengatakan, kesehatan gratis jangan hanya sekadar janji. Menurut Juhar, pelayanan untuk pasien asuransi kesehatan berbeda dengan pelayanan untuk pasien yang membayar penuh. ”Kalau berobat gratis, kadang kita disepelekan,” kata Juhar." Kata-kata "kadang kita disepelekan" seharusnya tidak lagi muncul. Meski berobat gratis, mereka juga layak mendapatkan kualitas pelayanan yang optimal.

Anggran untuk program ini berjumlah Rp. 240 miliar. Dengan hitung-hitungan asumsi jumlah penduduk sekitar 8,5 juta, maka setiap warga mendapat "jatah" berobat yang tidak banyak. Cukupkah??? Apakah pemerintah siap memberikan dana tambahan bila jumlah uang tersebut kurang?? Jangan sampai seperti proyek yang sudah-sudah dan terjadi keterlambatan pengiriman dana ke rumah sakit, sehingga terjadi gangguan dalam pelayanan, karena rumah sakit merasa tidak dibayar.

Terlepas dari itu semua, ucapan selamat dan salut patut diberikan kepada pemerintah Sumsel. Setidaknya proyek ini berani dimulai. Seperti kata menkes, diharapkan wilayah lain pun mencoba menerapkan proyek yang sama, sehingga pengobatan gratis dapat dinikmati oleh semua penduduk Indonesia. Tidak salah memang MURI memberikan penghargaan bagi proyek ini. Ini memang proyek yang harus kita dukung, sekaligus kita awasi. Sekali lagi, selamat menikmati proyek berobat gratis bagi seluruh warga Sumsel.

(Gambar diambil dari http://www.kompas.com/data/photo/2009/01/27/211127p.jpg)

27 Januari 2009

Hari Lepra Sedunia - World Leprosy Day

Tahukah anda, dibalik gegap gempita perayaan tahun baru Imlek tanggal 26 Januari 2009 kemarin, di seluruh dunia juga merayakan hari Lepra sedunia pada tanggal 25 Januari 2009?? Hari Lepra sedunia dirayakan untuk ke-56 kalinya dan sampai hari ini, Lepra masih merupakan salah satu masalah kesehatan dunia yang belum bisa hilang dari muka bumi ini. Setiap tahunnya tercatat ratusan ribu kasus lepra baru di seluruh dunia. Menurut kalkulasi WHO, pada tahun 2007 saja terdapat 254.525 kasus lepra baru. Di Indonesia sendiri, menurut kompas.com, tiap tahunnya terdapat 20.000 kasus baru, dan merupakan negara ketiga terbanyak setelah India dan Brazil. (Dan, tahukah anda bahwa lepra seringkali dikaitkan dengan kemiskinan, sehingga kalo Indonesia berada di peringkat ketiga, lalu???)

Lepra merupakan suatu infeksi kronik yang disebabkan oleh kuman Mycobacterium leprae yang menyerang saraf tepi dan kemudian menimbulkan suatu kelainan kulit. Gejala-gejala khas lepra adalah:
1. Muncul gambaran kulit yang lebih putih (hipopigmentasi) bersisik, yang tidak gatal dan lama-lama meluas.
2. Pada lesi tersebut terjadi baal (tidak terasa) atau secara medis disebut anestesi. Hal ini menandakan bahwa kuman telah menyerang saraf tepi
3. Gejala yang berat mencakup kerontokan rambut, kekakuan sendi, putusnya jari-jari sampai timbulnya luka-luka (ulkus) akibat kusta. Untungnya kondisi kusta yang berat sudah jarang ditemui akibat majunya ilmu kedokteran.
4. Apabila terdapat gejala yang mengarah ke kusta, maka dokter akan melakukan pemeriksaan untuk mencari kuman mikobakterium tersebut dengan suatu pengecatan basil tahan asam.
5. Dapat pula disertai pembengkakan saraf tepi maupun cabang-cabang saraf tepi.

Lepra ditularkan akibat kontak dari manusia-ke-manusia. Tapi dengan pengobatan yang cukup penularan dapat dicegah. Seiring dengan kemajuan dunia medis, kusta tidak lagi menjadi penyakit yang mematikan dan mudah menyebar. Akan tetapi, permasalahan lain menjadikan penyakit ini menjadi lebih sulit ditangani.

Selain masalah kemiskinan, masalah stigma masyarakat masih terus menghantui penyakit ini. Masih banyak orang yang beranggapan bahwa kusta merupakan penyakit akibat kutukan dan kemudian terjadi diskriminasi sosial, sehingga para penderita kusta terlambat mendapatkan pengobatan. Jangan takut, kusta dapat disembuhkan!!

Selamat Tahun Baru Imlek 2560, dan Selamat Hari Kusta Sedunia. Mari kita jadikan dunia kita menjadi lebih sehat sebagai tempat tinggal untuk semua.

22 Januari 2009

Kurangi Polusi Udara = Hidup Lebih Lama

Semenjak proses industrialisasi dan teknologi mengisi kehidupan kita, kondisi udara di bumi menurun drastis. Lihat saja negara China yang memiliki pertumbuhan ekonomi yang luar biasa, ternyata juga memiliki pertumbuhan polusi udara yang luar biasa. Indonesia sendiri, telah kita rasakan, memiliki kualitas udara yang buruk.

Pada tahun 2006, pernah ada penelitian di Harvard dan dipublikasi di American Journal of Respiratory and Critical Care Medicine, bahwa mengurangi polusi udara akan mampu memperpanjang harapan hidup suatu daerah. Penelitian terbaru yang dipublikasi di New England Journal of Medicine, disebutkan bahwa di Amerika, umur harapan hidup bertambah 4,8 bulan setelah mereka mampu menurunkan kadar polusi udara di negara tersebut.

Para peneliti menyebutkan bahwa polutan udara - senyawa kimiawi dari berbagai sumber, debu, dan asap rokok merupakan polutan yang akan berkumpul di dalam paru-paru dan sering menyebabkan penyakit, antara lain penyakit paru-paru, penyakit jantung, dan stroke.

Merokok sendiri telah diketahui sebagai penyebab kanker paru-paru yang utama. Penelitian terbaru yang dipublikasi di BMC Cancer, juga pada akhirnya menyimpulkan adanya hubungan antara merokok dan peningkatan kematian akibat kanker, terutama kanker paru-paru.

Akhir-akhir ini, marak sekali pembicaraan tentang fatwa haram merokok yang akan dikeluarkan MUI. Selain itu ada pula peraturan pemerintah Jakarta yang mulai melarang merokok di tempat-tempat umum. Terlepas dari fatwa MUI, aturan larangan merokok merupakan kebijakan yang, menurut saya, baik. Usaha pemerintah untuk menurunkan kadar polusi udara di Indonesia patut didukung. Amerika sendiri telah mulai mencoba mengurangi polusi udara mulai tahun 1970, saat diberlakukan Clean Air Act. (yah, kita terlambat hampir 40 tahun :D), dan mereka kini telah merasakan hasilnya berupa peningkatan umur harapan hidup.

Jadi, anda mau hidup lebih lama?? Mulai lah bersahabat dengan udara, stop merokok, dan gunakan bahan bakar ramah lingkungan, dan kurangi polusi udara. Pemerintah juga harus mengeluarkan kebijakan yang ramah lingkungan, sebelum akhirnya kita menjadi korban dari kemarahan lingkungan itu sendiri...

(Gambar diambil dari http://www.physorg.com/newman/gfx/news/hongkongseen.jpg)

14 Januari 2009

Penelitian Epidemiologis Terbesar

Di Amerika Serikat, kemarin, baru dimulai suatu penelitian epidemiologis, yang diklaim terbesar. National Children's Study, nama penelitian tersebut, ingin mencoba meneliti sekitar 100.000 (wow jumlah yang besar!!) anak-anak dari seluruh daerah di AS. Seperti yang diberitakan Yahoo! News tgl 13 Januari kemarin, sampel penelitian diikuti dimulai dari anak-anak yang masih direncanakan (alias ibu-ibu yang berencana ingin memiliki anak) sampai mereka berusia 21 tahun.

Tujuan penelitian ini untuk mencari efek atau dampak lingkungan terhadap perkembang si anak. Beberapa poin penyakit, seperti asma, autisme, defek lahir, dan beberapa kelainan lain dicurigai dipengaruhi oleh efek lingkungan, mulai dari saat pembuahan. Sehingga diharapkan penelitian ini mampu menjelaskan dampak lingkungan terhadap kelainan-kelainan tersebut. Penelitian ini tidak main-main, dan telah direncanakan semenjak 8 tahun yang lalu.

Kita di Indonesia, sungguh berharap dapat belajar banyak dari hasil penelitian ini. Meskipun memiliki lingkungan yang berbeda, namun tentunya hasil penelitian, yang disebut-sebut akan disebarkan ke publik ini, akan sangat bermanfaat. Sehingga kita dapat menyadari bagian lingkungan mana yang berbahaya dan mana yang tidak.

Di Indonesia sendiri, kita menyadari bahwa dunia penelitian kesehatan masih kurang. Atau kalaupun ada, hasilnya jarang dipublikasi secara besar-besaran (biasanya cenderung institusional). Semoga saja, penelitian ini mengelitik para praktisi kesehatan dan peneliti untuk memulai melakukan penelitian di bidang kesehatan.


Sumber: 1 http://news.yahoo.com/s/ap/20090113/ap_on_he_me/med_children_s_study;_ylt=AsNAMFU9q7gCxkohnwo6AnnVJRIF 2 http://www.nationalchildrensstudy.gov/Pages/default.aspx Gambar dari http://www.nationalchildrensstudy.gov/Pages/default.aspx

12 Januari 2009

Bijaksana Memilih

Beberapa hari yang lalu, ketika di dalam sebuah angkutan umum, saya melihat iklan kesehatan yang ditempel di dalam angkot tersebut. Iklan tersebut merupakan iklan pengobatan alternatif "orang pintar", dengan janji yang luar biasa (ada daftar berbagai penyakit yang bisa disembuhkan), tanpa operasi, tanpa komplikasi, dan dengan 1 x pengobatan sembuh (WOW yaa :D)

Luar biasa!! Dalam hati kecil saya, saya berpikir, benar apa ga ya?? Sebagai seorang dokter, tentunya kami, para dokter, memahami jelas masing-masing penyakit tersebut dan sadar bahwa pengobatan yang dilakukan, tidak sederhana, dan jelas-jelas membutuhkan operasi. Berbagai praktek "orang pintar" kini semakin marak di Indonesia (artinya dokter bukan lagi orang pintar, hahaha). Entah benar atau tidak, hal ini harus menjadi suatu bahan introspeksi bagi dokter sendiri dan pemerintah.

Tahun 2004, UU praktek kedokteran telah resmi diterbitkan, dan menjadi bahan panduan dalam praktek dokter sehari-hari. Dengan UU tersebut, kami para dokter, terikat pasal-pasal undang-undang sehingga pelayanan bagi para pasien pun harus optimal. Lalu bagaimana peraturan bagi para "orang pintar"?? Pengobatan alternatif, sampai saat ini, sejauh pengetahuan saya, belum memiliki undang-undang resmi yang mengikat. Dan ini memudahkan atau memungkinkan para pasien kemudian menjadi dirugikan akibat praktek pengobatan alternatif yang palsu.

Mengapa saya bilang palsu?? Karena memang, ada beberapa pengobatan alternatif, yang menurut saya, memang bisa dilakukan. Misalnya dengan pengobatan tenaga dalam atau prana, dsb. Salah satu pengobatan yang saya tau, tidak pernah menjanjikan suatu janji yang muluk2 (seperti 1x pengobatan sembuh, tanpa operasi dsb), bahkan pusat pengobatan itu pun tetap menekankan pentingnya pengobatan medis.

Saya masih ingat sebuah pengalaman bagaimana seorang pasien akhirnya sadar bahwa dirinya tertipu oleh pengobatan alternatif. Batu ginjal yang dideritanya, dikatakan telah menghilang, setelah dirinya menjalani pengobatan alternatif. Akan tetapi, tidak berapa lama, ia pun merasakan keluhan yang sama, dan setelah difoto, ternyata batu ginjal itu masih saja ada di tempatnya tanpa perubahan sedikit pun (waduh, mungkin waktu dikeluarin bukan batu ginjal, tapi batu akik :D). Sayangnya, kondisi ini tidak pernah menjadi suatu pembicaraan publik, karena memang tidak ada aturan yang jelas tentang masalah ini (bandingkan kalo dokter yang mengobati dan kemudian ternyata terjadi kesalahan...duh duh...)

Sebagai dokter, kita mungkin harus menyadari bahwa maraknya pengobatan alternatif akhir-akhir ini juga terjadi akibat kurangnya kemampuan komunikasi dokter-pasien. Pasien yang merasa tidak puas, otomatis akan lari mencari dokter lain, atau bahkan pengobatan alternatif. Bagi para pasien sendiri, saya kira, kini sudah semakin pintar. Teknologi dan informasi kesehatan sudah banyak tersedia (contohnya blog ini :D). Mencari alternatif pengobatan, memang tidak ada salahnya, namun hendaknya pilihan itu dibuat dengan bijaksana, setelah anda memiliki cukup informasi tentang penyakit yang anda derita. Keep healthy....:D

(Gambar diambil dari http://www.kudzu.com/categoryMain.jsp?N=1091 dan http://www.nursyifa.hypermart.net/)

09 Januari 2009

Olahraga Vs Diet

"Dok, saya ingin kurus dok, bagaimana caranya??", tanya seorang pasien

Pertanyaan yang mungkin juga sedang anda tanyakan sekarang. Sepertinya sudah segala upaya dilakukan untuk membuat angka ditimbangan menurun. Namun tampaknya angka di timbangan itu tidak juga menunjukkan perubahan (coba cek, mungkin timbangannya salah :D).

Mungkin kita sedikit kembali ke proses penyimpanan energi atau kalori di dalam tubuh kita. Ada dua proses utama, pemasukan dan pengeluaran. Prinsip sederhana dari tubuh kita adalah bila pemasukkan melebihi dari energi yang dikeluarkan, maka kalori akan disimpan dalam bentuk lemak. Sebaliknya, lemak2 akan dibakar bila pengeluaran melebihi dari pemasukkan yang ada.

Dari pengertian tersebut, maka kesalahan utama yang sering dilakukan adalah orang berlomba-lomba memperbesar pengeluaran kalori. Berolahraga mati-matian dan memperbanyak aktivitas. Mungkin anda perlu melihat kembali usaha menurunkan berat badan anda. Artikel terbaru dari Yahoo memiliki judul menarik, "Exercise won't cure obesity". Nah, lalu apa yang harus dilakukan??

"Burn more, eat more", ya itu prinsip kompensasi oleh tubuh kita. Pengeluaran yang begitu mendadak dan ekstrim, memicu tubuh untuk mengkompensasi dengan meningkatkan nafsu makan. Alhasil, semakin keras berolahraga, semakin tinggi pula nafsu makan anda. Lalu, tidak perlukan berolahraga?? Jawabannya perlu, tapi dalam batas yang normal. Olahraga secara cukup dan jangan berlebihan. Olahraga tetap diperlukan untuk memperbaiki kadar kolesterol, membangun tubuh dan massa otot. Penelitian dari Yahoo tersebut dengan jelas menunjukkan bahwa aktivitas fisik bukan merupakan faktor penentu dari obesitas.

Yang lebih penting justru mengatur asupan. Kurangi asupan secara berkala, jangan secara drastis. Prinsipnya sama, tubuh kita juga memiliki sistem kompensasi. Sehingga cobalah ukur kembali angka kecukupan gizi anda, dan cobalah batasi asupan makan anda. Hitung gizi yang anda asup, bandingkan dengan kebutuhan sehari-hari.

Dalam artikel ini, anda dapat melihat angka kecukupan gizi yang disarankan untuk orang Indonesia. Anda bisa menggunakannya sambil berkonsultasi dengan dokter anda.

Yang terakhir, optimisme. Seperti buku "The Secret", pikiran anda juga sangat mempengaruhi. Tetapkan niat anda untuk mengurangi berat badan, dan fokuskan pikiran bahwa anda memang mampu menurunkan berat badan.

Selamat Mencoba :D...

08 Januari 2009

Perang... Dampak Buruk Bagi Anak-Anak

Jalur Gaza, tampaknya memang tidak pernah sepi dari peperangan. Dua belas hari sudah perang antara Israel dan Hamas terjadi di tempat itu. Sesuai dengan berita yang diterbitkan kompas, serbuan itu sendiri telah menewaskan lebih dari 670 orang Palestina, dan menciderai setidaknya 2.500 orang. Dan itu, bukan angka yang kecil!! Belum lagi angka anak-anak yang tewas, sampai saat ini berjumlah 220 anak-anak. WOW...

Belum lagi, berita serangan Israel ke gedung sekolah milik PBB yang dicurigai sebagai tempat berlindungnya pejuang-pejuang Hamas. Apapun alasannya, serangan terhadap sesama manusia, pembunuhan nyawa seorang manusia tidak pernah dibenarkan oleh agama maupun ajaran moral manapun. Dampak perang tidak pernah menguntungkan, apalagi bagi kesehatan dan nyawa manusia.

Dalam dunia kesehatan, terdapat kelainan yang disebut gangguan stres pasca trauma (Post Traumatic Stress Disorder) atau disingkat PSTD. Kelainan ini merupakan kelainan psikologis akibat adanya trauma yang diterima seseorang. Trauma bisa bersifat fisik, seperti penganiayaan fisik, kekerasan, sampai pemerkosaan, ataupun mental. Biasanya gangguan ini muncul setelah mengalami atau melihat secara langsung kondisi traumatis yang mengancam jiwa, atau menyebabkan ketakutan yang sangat berlebihan.

Tidak semua orang yang mengalami trauma akan menderita hal ini. Diperkirakan hanya 8% mereka yang mengalami peristiwa traumatis berat yang akan menderita PSTD. Mereka yang paling rentan, diantaranya adalah anak-anak. Trauma yang dialami pada masa anak-anak seringkali akan terus terbawa sampai masa dewasa.

Terdapat beberapa penelitian yang menunjukkan pengaruh trauma perang terhadap anak-anak. Thabet dan Vostanis, menemukan tingginya tingkat stress post-trauma pada anak-anak usia sekolah yang mengalami peristiwa perang di Gaza (source: http://www.gcmhp.net/research/Post_traumatic.html). Senada dengan hal itu, Qouta (2005), dalam penelitiannya pada anak-anak di jalur Gaza, juga menemukan bahwa seorang anak laki-laki cenderung mengalami stress apabila melihat ibunya dan dirinya menjadi korban (mengalami) perang (source: http://ccp.sagepub.com/cgi/content/abstract/10/2/135).

Mereka yang mengalami PSTD memiliki gejala berupa: (sesuai DSM-IV, yang dikutip dari situs http://en.wikipedia.org/wiki/Posttraumatic_stress_disorder)
1. Pasca terpapar suatu peristiwa trauma
2. Mengalami ingatan yang berulang-ulang tentang peristiwa tersebut
3. Menghindari untuk membicarakan atau mengingat-ingat peristiwa traumatis yang dialami
4. Peningkatan kegelisahan, sulit tidur, atau peningkatan aktivitas
5. Gejala tersebut timbul lebih dari 1 bulan
6. Adanya gangguan signifikan dalam pekerjaan, sosialisasi, dan fungsi lain

Kondisi ini dapat diterapi dengan menggunakan psikoterapi sekaligus pengobatan medikamentosa (menggunakan obat). Akan tetapi, dibalik itu semua, seorang penderita PSTD pasti akan hidup dalam bayang-bayang traumatis yang pernah dialaminya. Apalagi seorang anak-anak. Bayangkan proses trauma yang harus diembannya sampai dewasa.

Entah apapun sebabnya, saya kira tidak ada satu orang pun di dunia yang senang dengan perang (kecuali mungkin orang-orang gila, yang berpendapat bahwa membunuh dan menyiksa orang itu menyenangkan). Sekali lagi, perang tidak pernah menghasilkan keuntungan apapun bagi siapapun. Sebaliknya, kerugian akibat perang jauh lebih besar dan menakutkan.
So, stop the war, make peace on earth!!!

(Gambar diambil dari http://www.kompas.com/read/xml/2009/01/08/10194042/israel.lanjutkan.serbuan.di.gaza, dan http://www.reuters.com/article/homepageCrisis/idUSL8463036._CH_.2400)

03 Januari 2009

ASI Untuk Si Kecil

Beberapa hari yang lalu, salah seorang sahabat saya bertanya-tanya tentang ASI. Setelah berbincang-bincang beberapa waktu, ada beberapa hal yang terlupa (maklum, saya juga manusia.. hehe :D). Saya berjanji untuk mencarikan, so ini lah mungkin beberapa informasi tentang ASI untuk si kecil.

ASI eksklusif, merupakan program yang hanya memberikan ASI selama 6 bulan pertama kehidupan si kecil. Kenapa ASI? sederhana, karena ASI lah makanan terbaik untuk si bayi... Secara umum, seorang ibu pasti bisa memberikan kecukupa ASI pada bayinya, namun masalah-masalah seperti posisi menyusui, keengganan sang ibu, dan kesibukkan sang ibu seringkali mengganggu proses pemberian ASI ekskulsif ini..

Bagi ibu-ibu karier yang memang masih ingin memberikan ASI, ASI dapat diperas dan disimpan. Penyimpanan ASI dapat menggunakan wadah steril yg tertutup, ASI akan tahan selama: (sumber dari manajemen gizi FK UNDIP):
1. 4-6 jam di suhu kamar (ruangan biasa)
2. 24 jam dalam termos berisi es
3. 3-5 hari dalam lemari es (jangan diletakkan di dekat pintu lemari es)
4. 14 hari dalam freezer lemari es
5. Beberapa minggu sampai beberapa bulan pada freezer yang memiliki kemampuan self-defrosting dan terpisah dari lemari es
6. 6-12 bulan dalam deep freezer tanpa defrost cycle
7. 24-48 jam dalam lemari es setelah dipindahkan dari freezer.

Ingat, setelah dibekukan atau didinginkan, ASI harus dihangatkan terlebih dulu, dengan merendam di air hangat. Jangan dipanaskan di atas api ataupun microwave... Oke, mari sehatkan anak kita, karena anak itu menjadi generasi penerus bangsa. Berikan nutrisi optimal bagi mereka dengan cara memberikan ASI eksklusif... Semoga bermanfaat....:D

02 Januari 2009

Paket Liburan :D

Beberapa hari yang lalu, saat saya berjalan-jalan di daerah Ciledug, terdapat sebuah rumah sakit yang menulis iklan seperti ini di pagar depan rumah sakitnya. "Paket Liburan, Operasi Amandel dan Khitan". Wow, dalam hati saya, sebuah tawaran yang menarik, tapi cukup aneh. Secara sekilas, paket tersebut memiliki segmen pasar anak-anak yang memang saat itu menjalani liburan akhir tahun. Tapi, paket liburan tersebut, menurut hemat saya, harus dikritisi dari sudut pandang ilmu kedokteran.

Operasi amandel atau dalam bahasa kedokteran disebut tonsilektomi, bukanlah operasi yang dilakukan pada semua orang. Terdapat indikasi dan kontraindikasi untuk melakukan operasi tersebut.

Sedikit mungkin tentang amandel atau dalam dunia kedokteran disebut tonsila palatina, merupakan salah satu dari cincin tonsil yang berada di sekitar mulut dan faring. Tonsil lainnya antara lain tonsila faringea, tonsila lingualis, dan lain-lain. Tonsil-tonsil tidak lain adalah tempat pertahanan tubuh kita terhadap kuman-kuman yang masuk melalui hidung dan mulut. Mengingat banyaknya kuman, dan seringnya infeksi yang terjadi, maka peradangan amandel cukup sering ditemukan. Dengan peradangan, amandel akan terlihat memerah dan membengkak.

Nah, kondisi ini memang cukup mengganggu, apalagi penderita tonsilitis (peradangan tonsil) berulang yang sangat mengganggu. Akan tetapi, sesuai teori medis, terdapat indikasi absolut (artinya harus menjalani operasi) untuk tonsilektomi, yakni: (sumber diambil dari Buku Ajar Penyakit THT Boeis)
1. Timbulnya kor pulmonale (gangguan jantung dan paru) akibat obstruksi jalan nafas
2. Sleep apnea waktu tidur
3. Hipertrofi (pembesaran) berlebihan sehingga menyebabkan gangguan makan dan penurunan berat badan
4. Curiga keganasan
5. Adanya abses peritonsil atau abses yang berulang dan meluas di jaringan sekitarnya.

Selain itu, indikasi yang lain merupakan indikasi relatif, yang artinya tidak wajib dikerjakan. Indikasi relatif ini banyak sekali, dan memang tergantung dari keputusan bersama dokter dan pasien. Selain itu, terdapat pula kontraindikasi yang harus diperhatikan sebelum menjalani tonsilektomi ini. Jadi, tidak semua orang dapat menjalani "paket liburan" ini, apalagi mengingat adanya komplikasi-komplikasi yang tidak sedikit pasca melakukan operasi amandel ini.

Sebuah kalimat dari buku BOEIS ini mungkin dapat membuat anda berpikir ulang untuk mengikuti paket liburan ini: "Keputusan akhir untuk melakukan tonsilektomi tergantung pada kebijaksanaan dokter yang merawat pasien. Mereka sebaiknya menyadari kenyataan bahwa tindakan ini merupakan prosedur pembedahan mayor yang bahkan (sampai, red) hari ini masih belum terbebas dari komplikasi-komplikasi yang serius".

Jadi, sebelum anda mengambil paket tersebut, mungkin konsultasikan secara mendalam dengan dokter anda. Atau bisa juga mengambil paket setengah saja mungkin (alias khitan saja). Untuk khitan, okelah, saya setuju, karena memang khitan mampu menjaga kebersihan daerah genitalia pria, sekaligus juga menaati aturan agama.
Atau mungkin, saran saya, cobalah paket liburan di tempat lain, misalnya di tempat wisata atau rekreasi, yang tentunya memberikan rasa gembira dan bukannya trauma operasi bagi anak anda. Selamat Berlibur...
page counter
Free Web Counter



Powered by  MyPagerank.Net
KampungBlog.com - Kumpulan Blog-Blog Indonesia Blog Flux Directory Yuk.Ngeblog.web.id blogarama - the blog directory Health Blogs - BlogCatalog Blog Directory
Blog Search Engine Add to Technorati Favorites