
Lepra merupakan suatu infeksi kronik yang disebabkan oleh kuman Mycobacterium leprae yang menyerang saraf tepi dan kemudian menimbulkan suatu kelainan kulit. Gejala-gejala khas lepra adalah:
1. Muncul gambaran kulit yang lebih putih (hipopigmentasi) bersisik, yang tidak gatal dan lama-lama meluas.
2. Pada lesi tersebut terjadi baal (tidak terasa) atau secara medis disebut anestesi. Hal ini menandakan bahwa kuman telah menyerang saraf tepi
3. Gejala yang berat mencakup kerontokan rambut, kekakuan sendi, putusnya jari-jari sampai timbulnya luka-luka (ulkus) akibat kusta. Untungnya kondisi kusta yang berat sudah jarang ditemui akibat majunya ilmu kedokteran.
4. Apabila terdapat gejala yang mengarah ke kusta, maka dokter akan melakukan pemeriksaan untuk mencari kuman mikobakterium tersebut dengan suatu pengecatan basil tahan asam.
5. Dapat pula disertai pembengkakan saraf tepi maupun cabang-cabang saraf tepi.
Lepra ditularkan akibat kontak dari manusia-ke-manusia. Tapi dengan pengobatan yang cukup penularan dapat dicegah. Seiring dengan kemajuan dunia medis, kusta tidak lagi menjadi penyakit yang mematikan dan mudah menyebar. Akan tetapi, permasalahan lain menjadikan penyakit ini menjadi lebih sulit ditangani.
Selain masalah kemiskinan, masalah stigma masyarakat masih terus menghantui penyakit ini. Masih banyak orang yang beranggapan bahwa kusta merupakan penyakit akibat kutukan dan kemudian terjadi diskriminasi sosial, sehingga para penderita kusta terlambat mendapatkan pengobatan. Jangan takut, kusta dapat disembuhkan!!
Selamat Tahun Baru Imlek 2560, dan Selamat Hari Kusta Sedunia. Mari kita jadikan dunia kita menjadi lebih sehat sebagai tempat tinggal untuk semua.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar