Pemberian obat oleh apoteker akan sesuai dengan resep yang dituliskan oleh seorang dokter. Sayangnya, apoteker dan dokter juga manusia (kayak lagu aja :D). Memang sesungguhnya seorang apoteker telah dilatih sedemikian rupa untuk mencoba membaca dan mengapresiasikan tulisan dokter, namun tidak menutup kemungkinan bahwa kesalahan pembacaan dapat terjadi.
Untuk mengatasi masalah ini, ada sebuah artikel yang menarik berjudul Pushing more doctors to ditch the prescription pad (http://www.physorg.com/news148578376.html). Di Amerika Serikat, mereka sudah memperkenalkan penggunaan resep elektronik. Sayangnya baru 10 persen dokter yang menggunakan metode ini (mungkin tangannya gatel kalo gak nulis :D). Dengan cara ini, dokter tidak lagi menulis resep pada kertas, tapi langsung meminta obat melalui komputer yang online dengan apotik. Apoteker lalu tinggal menyiapkan obat sesuai dg pesanan di komputer.
Ini menurut saya merupakan terobosan besar yang harus dicoba diimplementasikan di Indonesia. Di era kemajuan teknologi, metode ini sangat menguntungkan. Dengan

Ide ini patut dipertimbangkan oleh pemerintah dan pejabat terkait (mungkin bisa jadi program menkes suatu saat di masa yang akan datang hihihihi :D). Harapannya tetap, agar Indonesia menjadi semakin sehat.
(Gambar diambil dari www.paulnoll.com/China/documents/doc-prescription.htm)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar