Terdapat banyak jenis tumor otak primer (alias yang bener2 dari otak dan bukan metastasis dari tempat lain :D). Pada orang dewasa, yang paling banyak adalah jenis Astrositoma. Penyebabnya sendiri sampai saat ini diyakini merupakan suatu kelainan genetis, dimana terjadinya mutasi pada gen-gen yang mengatur pertumbuhan sel. Akibatnya sel Astrosit berkembang berlebihan dan menyebabkan tumor.
Tumor otak secara umum akan menyebabkan gejala nyeri kepala kronik yang makin lama makin berasa berat, muntah-muntah, dan gejala yang sesuai dengan tempat tumbuhnya tumor (bisa mulai dari kelumpuhan, penurunan daya pandang dan penglihatan ganda), kejang-kejang bahkan penurunan kesadaran.
Khusus untuk astrositoma, tumor ini memiliki 4 derajat. Dari derajat I/II (yang disebut low-grade alias ringan) sampai derajat III (anaplastik) dan, derajat yang paling berat, derajat IV (glioblastoma multiforme). Derajat yang low-grade, secara umum memiliki prognosis yang lebih baik, karena memiliki umur harapan hidup bisa sampai 20 tahun. Akan tetapi derajat III dan IV hanya mampu bertahan dalam hitungan bulan.
Pengobatan dari segi medis, tentunya pengangkatan tumor semaksimal mungkin. Seringkali tumor otak tidak dapat diangkat secara tuntas karena dikhawatirkan akan mengganggu fungsi otak yang penting. Pasca operasi, untuk Astrositoma, akan dilakukan radioterapi alias penyinaran dengan harapan mampu memperpanjang usia harapan hidup.

Di balik segi medis, contoh Gugun Gondrong merupakan contoh yang luar biasa. Keluarga, terutama istri Gugun Gondrong, sangat memberi dukungan psikologis. Dukungan ini tidak kalah pentingnya dengan pengobatan medis. Saya memang tidak mengetahui secara pasti jenis tumor yang diderita oleh Gugun Gondrong, namun saya salut dengan dukungan psikologis yang diberikan. Entah apapun penyakitnya, dukungan keluarga seperti itu sangat mendukung kesembuhan. Selamat Datang Kembali Gugun Gondrong!! Selamat Menjalani Masa Pemulihan!!!
(Gambar diambil dari http://www.gordonbanks.com/charlee/Astrocyte.html)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar