Indonesia Sehat

Grab this Headline Animator

21 Januari 2009

Memori - Kemampuan Otak yang Luar Biasa

Daya ingat alias memori merupakan salah satu kemampuan otak kita yang sangat penting. Bayangkan jika anda, tiba-tiba tidak ingat siapa ayah atau ibu anda? Tiba-tiba lupa alamat rumah anda? Bahkan lebih parah lagi bagaimana jika anda kemudian lupa diri? (hehehe....). Otak yang hanya berberat kurang lebih 3 pon ini, ternyata memiliki kemampuan memori yang luar biasa. Bahkan mungkin daya ingat sebuah otak lebih hebat daripada prosesor komputer manapun.

Pada prinsipnya memori atau daya ingat merupakan suatu proses yang mencakup penyimpanan ingatan dan pengambilan kembali ingatan tersebut. Segala hal pengalaman yang kita alami melalui panca indera kita akan di "save" ke dalam "hard disk" otak. Ada dua jenis pengalaman itu, yang kemudian membagi memori menjadi memori fakta dan memori keterampilan (skill). Pengalaman belajar, mengerti segala sesuatu hal berupa fakta-fakta merupakan daya ingat atau memori fakta. Contohnya adalah bagaimana kita mengingat siapa presiden pertama kita? Ingatkah kita akan rumus-rumus matematika? dsb. Sedangkan memori skill atau keterampilan, adalah daya ingat yang terjadi karena latihan terus-menerus, misalnya bagaimana anda membuat kue dan memasak? Bagaimana seorang montir mampu memperbaiki mobil dengan cepat?

Berdasarkan jangka waktu, ada 2 tipe memori. Jangka pendek, dan jangka panjang. Tentunya kedua tipe ini mudah anda tebak. Ya, jangka pendek adalah memori yang terus menerus ter'update' dan hanya bertahan paling sampai beberapa jam. Sedangkan memori jangka panjang, ini merupakan daya ingat yang sepertinya tanpa batas. Anda tidak lupa dengan nama anda kan sampai sekarang??

Lalu dimana sih semua itu disimpan? Hipokampus, corpus amygdala, cortex prefrontal, striatum, merupakan tempat-tempat yang disebut-sebut sebagai tempat daya ingat kita. Sampai muncul suatu istilah 'engram'. Engram merupakan hipotesis yang diperkenalkan oleh Richard Semon dan Karl Lashley pada tahun 1990-an, dan sampai saat ini masih belum sepenuhnya dimengerti. Hipotesis tersebut berusaha menggambarkan atau memetakan unit-unit daya ingat ke dalam bagian otak sebagai suatu perubahan biokimiawi dan biofisika.

Ya, tinggalkan sejenak mengenai itu semua. Kini banyak orang berlomba-lomba memaksimalkan kemampuan mengingat. Prinsipnya adalah mengubah memori jangka pendek menjadi jangka panjang atau yang disebut konsolidasi. Mengapa demikian? Karena memori jangka panjang merupakan daya ingat yang luar biasa, dan tidak mudah dilupakan.

Proses konsolidasi sendiri memakan waktu dari beberapa menit sampai beberapa jam, dan sangat dipengaruhi berbagai faktor. Beberapa faktor tersebut:
1. Keadaan emosional. Contohnya dapat dilihat saat anda sedang mempelajari suatu bahan yang anda sukai dibandingkan dengan bahan yang tidak anda sukai. Tentu lebih mudah mengingat bahan-bahan yang anda sukai bukan?
2. Mengulang-ulang. Mengulang sesuatu hal yang sama, akan memudahkan mengingat. Maka cobalah gunakan terus otak anda, sehingga daya ingat otak anda tetap terasah.
3. Penggabungan ingatan baru dan ingatan lama. Apabila kita mempelajari sesuatu hal baru yang menyerupai ingatan lama kita, akan jauh lebih mudah dan lebih cepat. Ini yang menjadi dasar sistem mnemonic (singkatan). Dengan menghubungkan singkatan yang familier dengan kita, kita mampu mengingat lebih banyak hal.
4. Memori otomatis. Kita kadangkala mampu mengingat sesuatu hal secara otomatis, tanpa kita sadari. Misalnya, dengan otomatis (tanpa sadar penuh) kita tiba-tiba mengingat "bukankah kemarin kamu juga memakai baju yang sama??"

Memang memahami daya ingat manusia tidaklah mudah. Kompleksitasnya sebanding dengan kemampuan daya ingat itu sendiri yang LUAR BIASA!!!

Sumber:
1. Elaine N.M, Human Anatomy and Physiology
2. Frederic H.M., Fundamentals of Anatomy and Physiology
3. http://en.wikipedia.org/wiki/Engram
4. Guyton, Buku Ajar Fisiologi Kedokteran

(Gambar diambil dari http://www.mymanmitt.com/mitt-romney/uploaded_images/brain-763982.jpg)

20 Januari 2009

Daftar Sekretariat ATLS Regional Se-Indonesia

Para teman sejawat dokter dan mahasiswa fakultas kedokteran yang berminat ingin mengikuti pelatihan ATLS, berikut adalah daftar sekretariat ATLS se-Indonesia, silakan menghubungi di daerah yang terdekat.

Jakarta:
Pusdiklat ATLS Indonesia, (021)-85918122, CP: Tetty, Citra

Jawa Timur:
RS. Dr. Soetomo Sby, (031)-5024972, CP: Mamiek (0816 526 558)
RS. Dr. Saiful Anwar Mlg, (0341)-316068, CP: Wisnandari (08123 503029)

Jawa Tengah - Jogja:
RS. Dr. Sardjito Jgj, (0274)-581333, CP: Mimin (08122 7200 56)
RS. Dr. Moewardi Solo, (0271)-664053, CP: Hartini (0815 671 8844)
RS. Dr. Karyadi Smg, (024)-8413305, CP: Dwi (0815 664 6479)

Jawa Barat:
RS. Dr. Hasan Sadikin Bdg, (022)-2034574, CP: Aah (0812 207 1921)

Bali:
RS. Sanglah Dps (0361)-257398, CP: Tjaho (0813 387 50054)

Sumatra:
RSU H. Adam Malik Medan (061)-8361418, CP: Didi (0813 763 19853)
RS. Dr. Moch Husein Palembang (0711)-703874, CP: Eta (0813 6717 6567)
RS. RD. Mattaher Jambi (0741)-667698
RS. Dr. M. Djamil Padang (0751)-30706
RSUD Achmad Muchtar Bukittinggi (0752)-21322

NAD:
RSU Dr. Zainoel Abidin Banda Aceh (0651)-23904, CP: Mirna (0852 770 33877)

Kalimantan:
RSU Dr. Kanujoso D. Balikpapan (0542)-873901, ext 1013, CP: Hasma (0816 200 238)
RS. Ulin Banjarmasin (0511)-3264965, CP: Ulfa (0813 497 14912)
RS. Dr. Soedarso Pontianak (0561)-737701

Sulawesi:
RS. Dr. Wahidin S. Makassar (0411)-580110, CP: Fifi (0812 424 3654)

19 Januari 2009

Kejang Demam

Kejang Demam, atau dalam bahasa awam sering disebut sebagai step, merupakan suatu bangkitan kejang yang terjadi karena kenaikan suhu tubuh (alias demam) dan merupakan suatu proses ekstrakranium (alias tanpa adanya kelainan di otak). Secara sederhana, sesuai dengan namanya, kejang demam artinya kejang saat demam. Biasanya pada kondisi demam yang sangat tinggi (per rektal 38oC atau lebih), maka anak-anak akan mudah mengalami kejang.

Kenapa anak-anak? Ya, secara statistik anak-anak usia 6 bulan sampai 5 tahun, merupakan usia yang paling rentan terkena kejang demam. Sedangkan di luar usia tersebut, kemungkinan-kemungkinan lain lebih sering terjadi, misalnya infeksi otak dll.

Dalam medis, terdapat dua tipe kejang demam. Kejang demam sederhana, memiliki ciri-ciri kejang berlangsung singkat (kurang dari 15 menit), biasanya seluruh tubuh dan berhenti sendiri, serta tidak berulang dalam waktu 24 jam. Di luar poin-poin tersebut, kejang akan dimasukkan ke dalam kategori kejang demam kompleks.

Beberapa tips bagi orang tua di rumah:
1. Hindari kondisi demam yang terlalu tinggi, berikan obat penurun panas, dan selalu siapkan termometer pribadi di rumah. Sehingga anda dapat segera membawa anak anda bila panas tidak turun atau terlalu tinggi.
2. Bila terjadi kejang, jangan panik dan tetaplah tenang.
3. Kendorkan pakaian anak, miringkan kepala agar bila anak muntah atau mengeluarkan lendir, dapat segera di seka dan dikeluarkan (mencegah aspirasi).
4. Siapkan atau berikan diazepam rektal, untuk dosis mudahnya, 5 mg pada anak berat badan <10>=10 kg.
5. Segera bawa ke rumah sakit, apalagi bila kejang tidak berhenti setelah pemberian diazepam rektal.

Pada musim hujan sekarang ini, anak-anak mudah terkena penyakit dan mengakibatkan demam. Tetap waspada akan kejadian kejang demam. Meski memang belum ada laporan kematian akibat kejang demam, namun kejang yang lama dan tidak berhenti dapat menimbulkan kelainan otak. Semoga bermanfaat..

(Gambar diambil dari http://health.indiamart.com/kidshealth/illness/fever.html)

14 Januari 2009

Penelitian Epidemiologis Terbesar

Di Amerika Serikat, kemarin, baru dimulai suatu penelitian epidemiologis, yang diklaim terbesar. National Children's Study, nama penelitian tersebut, ingin mencoba meneliti sekitar 100.000 (wow jumlah yang besar!!) anak-anak dari seluruh daerah di AS. Seperti yang diberitakan Yahoo! News tgl 13 Januari kemarin, sampel penelitian diikuti dimulai dari anak-anak yang masih direncanakan (alias ibu-ibu yang berencana ingin memiliki anak) sampai mereka berusia 21 tahun.

Tujuan penelitian ini untuk mencari efek atau dampak lingkungan terhadap perkembang si anak. Beberapa poin penyakit, seperti asma, autisme, defek lahir, dan beberapa kelainan lain dicurigai dipengaruhi oleh efek lingkungan, mulai dari saat pembuahan. Sehingga diharapkan penelitian ini mampu menjelaskan dampak lingkungan terhadap kelainan-kelainan tersebut. Penelitian ini tidak main-main, dan telah direncanakan semenjak 8 tahun yang lalu.

Kita di Indonesia, sungguh berharap dapat belajar banyak dari hasil penelitian ini. Meskipun memiliki lingkungan yang berbeda, namun tentunya hasil penelitian, yang disebut-sebut akan disebarkan ke publik ini, akan sangat bermanfaat. Sehingga kita dapat menyadari bagian lingkungan mana yang berbahaya dan mana yang tidak.

Di Indonesia sendiri, kita menyadari bahwa dunia penelitian kesehatan masih kurang. Atau kalaupun ada, hasilnya jarang dipublikasi secara besar-besaran (biasanya cenderung institusional). Semoga saja, penelitian ini mengelitik para praktisi kesehatan dan peneliti untuk memulai melakukan penelitian di bidang kesehatan.


Sumber: 1 http://news.yahoo.com/s/ap/20090113/ap_on_he_me/med_children_s_study;_ylt=AsNAMFU9q7gCxkohnwo6AnnVJRIF 2 http://www.nationalchildrensstudy.gov/Pages/default.aspx Gambar dari http://www.nationalchildrensstudy.gov/Pages/default.aspx

13 Januari 2009

Dismenore, Nyeri saat Haid

Nyeri haid, atau dalam bahasa medis disebut sebagai dismenorea, merupakan suatu gejala dan timbul akibat kontraksi miometrium (otot dinding rahim) yang tidak beraturan. Tampaknya hampir semua wanita akan mengalami suatu derajat nyeri yang berbeda-beda saat menstruasi datang. Namun kategori dismenore yang dipakai adalah, bila nyeri tersebut cukup berat sehingga mengganggu aktivitas sehari-hari dan mengharuskan seseorang mencari pertolongan medis atau obat-obatan.

Dismenore sendiri dibagi menjadi 2, primer dan sekunder. Dismenore primer adalah nyeri haid yang dialami mulai sejak pertama kali menstruasi. Sering ditemukan pada usia muda, dan nyeri akan timbul seiring dengan teraturnya siklus menstruasi. Gejalanya, berupa nyeri haid, disertai mual, muntah, diare, nyeri kepala, bahkan pingsan. Nyeri haid yang timbul akan mencapai puncaknya pada hari pertama atau kedua menstruasi.

Dismenore primer ini, sampai saat ini penyebab pastinya belum diketahui. Namun diduga terjadi akibat gangguan hormonal dan psikis. Selain itu, di beberapa literatur, kondisi gizi dan faktor aktivitas dikatakan sebagai salah satu pencetus terjadinya dismenore primer ini. Biasanya kondisi ini sangat mudah diobati dengan obat-obatan penghilang rasa nyeri. Selain itu, terapi hormonal juga dapat diberikan untuk membantu mengurangi rasa nyeri. Pengobatan terbaru, disebutkan penggunaan analog GnRH, namun pengobatan ini diberikan hanya bila alternatif terapi lain gagal memberikan hasil yang maksimal.

Dismenore sekunder terjadi biasanya pada usia yang tua. Dismenore terjadi pada wanita yang semula terbebas dari dismenore. Seringkali dismenore ini disebabkan karena kelainan organik, misalnya endometriosis, peradangan pada panggul, tumor, polip, kelainan letak uterus, dan lainnya. Pengobatan dismenore sekunder ini tentunya adalah menghilangkan kausa penyebabnya. Seringkali dipilih juga jalan operatif untuk menghilangkan penyebab dismenore ini.

Beberapa tips untuk mengurangi rasa nyeri akibat dismenore, selain dengan obat-obatan, antara lain (dari berbagai sumber):
1. Kompres perut bagian bawah dengan air hangat, atau mandi dengan air panas. Hal ini diharapkan mampu merelaksasikan otot-otot perut, sehingga mengurangi rasa sakit
2. Saat berbaring, tinggikan posisi kaki dengan bantal, atau dekatkan kaki ke dada.
3. Cobalah untuk rutin berolahraga, seperti berjalan kaki, karena hal ini akan melancarkan peredaran darah, dan mengurangi intensitas nyeri.
4. Konsumsi makanan yang bergizi, termasuk buah-buahan dan sayuran. Dapat dicoba mengkonsumsi apel, pir, pepaya, jeruk, nanas, dan melon. Sedangkan sayuran, dapat dicoba wortel, kembang kol, bawang, dan tomat.
5. Hindari juga alkohol, kopi, dan rokok, karena disebut-sebut mampu mencetuskan dismenore.

(Gambar diambil dari http://sg.inmagine.com/168nwm/stockbyte/sbcore06/61204cor.jpg)

12 Januari 2009

Bijaksana Memilih

Beberapa hari yang lalu, ketika di dalam sebuah angkutan umum, saya melihat iklan kesehatan yang ditempel di dalam angkot tersebut. Iklan tersebut merupakan iklan pengobatan alternatif "orang pintar", dengan janji yang luar biasa (ada daftar berbagai penyakit yang bisa disembuhkan), tanpa operasi, tanpa komplikasi, dan dengan 1 x pengobatan sembuh (WOW yaa :D)

Luar biasa!! Dalam hati kecil saya, saya berpikir, benar apa ga ya?? Sebagai seorang dokter, tentunya kami, para dokter, memahami jelas masing-masing penyakit tersebut dan sadar bahwa pengobatan yang dilakukan, tidak sederhana, dan jelas-jelas membutuhkan operasi. Berbagai praktek "orang pintar" kini semakin marak di Indonesia (artinya dokter bukan lagi orang pintar, hahaha). Entah benar atau tidak, hal ini harus menjadi suatu bahan introspeksi bagi dokter sendiri dan pemerintah.

Tahun 2004, UU praktek kedokteran telah resmi diterbitkan, dan menjadi bahan panduan dalam praktek dokter sehari-hari. Dengan UU tersebut, kami para dokter, terikat pasal-pasal undang-undang sehingga pelayanan bagi para pasien pun harus optimal. Lalu bagaimana peraturan bagi para "orang pintar"?? Pengobatan alternatif, sampai saat ini, sejauh pengetahuan saya, belum memiliki undang-undang resmi yang mengikat. Dan ini memudahkan atau memungkinkan para pasien kemudian menjadi dirugikan akibat praktek pengobatan alternatif yang palsu.

Mengapa saya bilang palsu?? Karena memang, ada beberapa pengobatan alternatif, yang menurut saya, memang bisa dilakukan. Misalnya dengan pengobatan tenaga dalam atau prana, dsb. Salah satu pengobatan yang saya tau, tidak pernah menjanjikan suatu janji yang muluk2 (seperti 1x pengobatan sembuh, tanpa operasi dsb), bahkan pusat pengobatan itu pun tetap menekankan pentingnya pengobatan medis.

Saya masih ingat sebuah pengalaman bagaimana seorang pasien akhirnya sadar bahwa dirinya tertipu oleh pengobatan alternatif. Batu ginjal yang dideritanya, dikatakan telah menghilang, setelah dirinya menjalani pengobatan alternatif. Akan tetapi, tidak berapa lama, ia pun merasakan keluhan yang sama, dan setelah difoto, ternyata batu ginjal itu masih saja ada di tempatnya tanpa perubahan sedikit pun (waduh, mungkin waktu dikeluarin bukan batu ginjal, tapi batu akik :D). Sayangnya, kondisi ini tidak pernah menjadi suatu pembicaraan publik, karena memang tidak ada aturan yang jelas tentang masalah ini (bandingkan kalo dokter yang mengobati dan kemudian ternyata terjadi kesalahan...duh duh...)

Sebagai dokter, kita mungkin harus menyadari bahwa maraknya pengobatan alternatif akhir-akhir ini juga terjadi akibat kurangnya kemampuan komunikasi dokter-pasien. Pasien yang merasa tidak puas, otomatis akan lari mencari dokter lain, atau bahkan pengobatan alternatif. Bagi para pasien sendiri, saya kira, kini sudah semakin pintar. Teknologi dan informasi kesehatan sudah banyak tersedia (contohnya blog ini :D). Mencari alternatif pengobatan, memang tidak ada salahnya, namun hendaknya pilihan itu dibuat dengan bijaksana, setelah anda memiliki cukup informasi tentang penyakit yang anda derita. Keep healthy....:D

(Gambar diambil dari http://www.kudzu.com/categoryMain.jsp?N=1091 dan http://www.nursyifa.hypermart.net/)

09 Januari 2009

Olahraga Vs Diet

"Dok, saya ingin kurus dok, bagaimana caranya??", tanya seorang pasien

Pertanyaan yang mungkin juga sedang anda tanyakan sekarang. Sepertinya sudah segala upaya dilakukan untuk membuat angka ditimbangan menurun. Namun tampaknya angka di timbangan itu tidak juga menunjukkan perubahan (coba cek, mungkin timbangannya salah :D).

Mungkin kita sedikit kembali ke proses penyimpanan energi atau kalori di dalam tubuh kita. Ada dua proses utama, pemasukan dan pengeluaran. Prinsip sederhana dari tubuh kita adalah bila pemasukkan melebihi dari energi yang dikeluarkan, maka kalori akan disimpan dalam bentuk lemak. Sebaliknya, lemak2 akan dibakar bila pengeluaran melebihi dari pemasukkan yang ada.

Dari pengertian tersebut, maka kesalahan utama yang sering dilakukan adalah orang berlomba-lomba memperbesar pengeluaran kalori. Berolahraga mati-matian dan memperbanyak aktivitas. Mungkin anda perlu melihat kembali usaha menurunkan berat badan anda. Artikel terbaru dari Yahoo memiliki judul menarik, "Exercise won't cure obesity". Nah, lalu apa yang harus dilakukan??

"Burn more, eat more", ya itu prinsip kompensasi oleh tubuh kita. Pengeluaran yang begitu mendadak dan ekstrim, memicu tubuh untuk mengkompensasi dengan meningkatkan nafsu makan. Alhasil, semakin keras berolahraga, semakin tinggi pula nafsu makan anda. Lalu, tidak perlukan berolahraga?? Jawabannya perlu, tapi dalam batas yang normal. Olahraga secara cukup dan jangan berlebihan. Olahraga tetap diperlukan untuk memperbaiki kadar kolesterol, membangun tubuh dan massa otot. Penelitian dari Yahoo tersebut dengan jelas menunjukkan bahwa aktivitas fisik bukan merupakan faktor penentu dari obesitas.

Yang lebih penting justru mengatur asupan. Kurangi asupan secara berkala, jangan secara drastis. Prinsipnya sama, tubuh kita juga memiliki sistem kompensasi. Sehingga cobalah ukur kembali angka kecukupan gizi anda, dan cobalah batasi asupan makan anda. Hitung gizi yang anda asup, bandingkan dengan kebutuhan sehari-hari.

Dalam artikel ini, anda dapat melihat angka kecukupan gizi yang disarankan untuk orang Indonesia. Anda bisa menggunakannya sambil berkonsultasi dengan dokter anda.

Yang terakhir, optimisme. Seperti buku "The Secret", pikiran anda juga sangat mempengaruhi. Tetapkan niat anda untuk mengurangi berat badan, dan fokuskan pikiran bahwa anda memang mampu menurunkan berat badan.

Selamat Mencoba :D...
page counter
Free Web Counter



Powered by  MyPagerank.Net
KampungBlog.com - Kumpulan Blog-Blog Indonesia Blog Flux Directory Yuk.Ngeblog.web.id blogarama - the blog directory Health Blogs - BlogCatalog Blog Directory
Blog Search Engine Add to Technorati Favorites