Indonesia Sehat

Grab this Headline Animator

16 Desember 2009

Kotak Obat Keluarga

Tulisan ini terinspirasi dari salah seorang pasien saya. Ia seorang ibu muda, cukup memiliki pengetahuan yang luas tentang kesehatan, dan sangat concern terhadap penyakit anaknya. Dari konsultasi dan perbincangan, finally terkuak bahwa ia menyimpan obat2 keluarga yang penting di rumah. Sebuah tindakan yang sangat bijak, namun coba tebak dimana ia menyimpan obat-obatan itu?? Jawaban yang ibu itu berikan "KULKAS dok"... Woow,, saya pun terkejut.

Well, kemajuan informasi kesehatan dan berbagai iklan di media cetak maupun TV, membuat banyak ibu di rumah kini mempersiapkan obat2 sederhana di rumah. Lagi-lagi menurut saya sebuah tindakan yang bijak. Namun tahukah anda bahwa sebagian besar obat harus disimpan di suhu ruangan?? Obat-obatan yang biasa di simpan dikulkas atau pendingin biasanya merupakan obat suntik atau vaksin. Jadi sudah benarkah penyimpanan obat anda??

Obat pada dasarnya merupakan senyawa kimiawi. Sehingga membutuhkan tempat penyimpanan dan seyogyanya tidak digunakan sembarangan. Lalu bagaimana penyimpanan dan apa saja yang sebaiknya disiapkan di rumah? Berikut sebagian saran dari saya:

1. Mempersiapkan obat atau alat kesehatan untuk keluarga di rumah merupakan tindakan yang bijak. Nah, yang saya sarankan di simpan misalnya obat parasetamol (untuk menurunkan panas), oralit, obat merah (untuk luka), plester, bedak, termometer dan kain kassa. Obat-obat lain yang mungkin bisa anda tambahkan adalah obat-obat simtomatis (misalnya obat mencret, obat batuk, atau obat nyeri haid), namun perhatikan baik2 kegunaan dan cara pakai obat tersebut. Sebaiknya anda tidak menyimpan antibiotik, kecuali anda benar-benar menguasai dan mengerti kegunaan obat tersebut. O ya, satu lagi tentang obat,, jangan buang bungkus dan keterangan obat tentang dosis dan efek samping. Sekali lagi, itu penting untuk anda baca sebelum anda menggunakannya atau bila sewaktu-waktu lupa.

2. Taruhlah obat-obat tersebut dalam satu kotak khusus. Kotak tersebut harus cukup besar dan bersih. Hindari penyimpanan yang terkena sinar matahari langsung, karena beberapa obat dapat rusak bila terkena sinar matahari langsung. Tempatkan kotak obat di atas jangkauan anak-anak, dan JANGAN menaro obat di kulkas. Hati-hati, karena anak anda dapat memakan obat tersebut tanpa pengawasan anda. Susunlah obat-obatan dan alat kesehatan dengan rapih, sehingga mudah dicari sewaktu-waktu.

3. Bila setelah anda memberikan obat sendiri keluhan belum berkurang, jangan ragu berkonsultasi dengan dokter anda. Ingat, kegunaan kotak obat pada dasarnya hanya memberikan pertolongan pertama. Bawa segera ke dokter atau RS bila keluhan menetap atau memburuk.

4. Informasikan ke seluruh anggota keluarga akan adanya kotak obat, serta isi di dalamnya.

5. Buanglah segera obat yang sudah habis, atau expired (habis masa berlakunya). Perhatikan baik2 juga obat yang sudah berubah warna, mudah hancur atau menggumpal. Biasanya perubahan bentuk fisik obat menunjukkan bahwa obat tersebut sudah rusak, meskipun masa waktu berlakunya masih lama.

So, menyimpan dan menggunakan obat sendiri memang tidak ada salahnya. Namun, obat pada dasarnya adalah bahan kimiawi dan bisa menjadi racun bagi tubuh. Jadi kuasai benar obat yang anda simpan dan jangan ragu untuk bertanya pada dokter anda... Salam sehat...^^

Gambar diambil dari http://www.conectique.com/cetak/?article_id=4779

08 Desember 2009

Atherosklerosis, si 'bisul' dalam pembuluh darah

Pernahkah anda mendengar istilah 'atherosklerosis'?? Jawabannya mungkin bisa bervariasi,, tapi bagi anda yang pernah mengalami penyakit jantung atau stroke, sepertinya istilah ini tidak asing lagi. Yap, atherosklerosis merupakan penyebab yang mendasari terjadinya dua penyakit tersebut. Cukup mengerikan, karena penyakit jantung merupakan penyakit pembunuh no.1 di seluruh dunia, dan semua itu terjadi hanya karena si 'atherosklerosis'.

Bila diartikan secara bahasa, atherosklerosis berarti kekakuan pembuluh darah. Hmm, bingung kenapa pembuluh darah bisa kaku?? Nah, saya coba ganti dengan istilah 'bisul' di pembuluh darah. Bukan bisul beneran yang ada dikulit, tapi bisa anda bayangkan seperti itu. Istilah ini saya dapatkan dari salah satu dr. SpJP di RS Harapan Kita (terima kasih dok atas transfer ilmunya...^^).

Well ya mari kita lihat sedikit tentang terjadinya si 'bisul' ini, eh maksudnya si atherosklerosis ini. Atherosklerosis terjadi saat plak atau si 'bisul' mulai terbentuk di dinding dalam pembuluh darah. Plak ini terjadi akibat penumpukan lemak yang memasuki dinding dalam pembuluh darah yang mengalami gangguan disfungsi. Akibatnya sedikit demi sedikit tumpukan lemak-lemak kecil akan masuk dan dikenali oleh tubuh sebagai suatu benda asing (iya, soalnya tu lemak nyasar,, harusnya ga boleh ada di situ). Lemak-lemak tersebut akan dicerna oleh 'petugas keamanan' tubuh kita dan pada akhirnya akan menghasilkan sel-sel busa (foam cell). Di sebut sel busa, karena sel tersebut berisikan lemak (yang tadi dimakan). Lama-kelamaan kondisi ini terus menerus menumpuk, dan bagaikan istilah 'lama-lama menjadi bukit', bisul alias plak pun terbentuk di dalam pembuluh darah.

Di saat inilah, pembuluh darah menjadi kaku yang disebut 'atherosklerosis'. Bisul alias plak tersebut akan terus membesar, dan bisa menutupi aliran darah yang akan lewat. Yang lebih berbahaya lagi, bisul ini (seperti halnya bisul di pantat ^^), bisa juga pecah. Pecahnya plak atherosklerosis ini lah yang seketika menyumbat aliran darah, dan yak terjadilah serangan jantung dan stroke seketika.

Cukup pusing?? jangan pusing.. Saya justru mengajak anda agar mengenali faktor resikonya. Ada faktor-faktor resiko yang tidak dapat diubah, misalnya genetik (keturunan), umur yang bertambah, dan jenis kelamin (menurut beberapa sumber, jenis kelamin pria lebih banyak daripada perempuan... hmm,,). Tapi yang lebih penting adalah faktor resiko yang dapat dimodifikasi alias bisa kita hindari:
1. Makanan berlemak. Ya, karena inti dari plak merupakan timbunan lemak, maka hindari makan-makanan berlemak tinggi. Lemak sendiri masih kita perlukan, jadi jangan langsung semata-mata menstop asupan lemak. Ingat, tidak semua lemak itu berbahaya bagi tubuh.
2. Merokok.. nah, ini sih setiap iklan rokok udah ditulis 'merokok dapat menyebabkan gangguan jantung..... dll dll dll bla bla bla. Meski cuman 5 detik (mungkin kurang hahaha), tapi jangan anggap remeh. Ini serius lho..
3. Hipertensi alias tekanan darah tinggi. Disebutkan, tekanan yang tinggi justru dapat merusak dinding dalam pembuluh darah, dan mempermudah si lemak tadi masuk dan menumpuk.
4. Kurangnya aktivitas fisik dan kegemukan.
5. Kencing Manis.

Well, kondisi plak ini perlahan-lahan tanpa kita sadari terus terjadi dalam tubuh kita. Tinggal bagaimana kita sendiri menghindari faktor-faktor resikonya...^^

23 November 2009

Muktamar IDI 2009


Muktamar IDI ke-27 di Palembang telah berakhir. Muktamar yang berlangsung dari tanggal 19-22 November 2009 ini merupakan perhelatan akbar dokter-dokter se-Indonesia. Selain diisi dengan berbagai seminar, terdapat pula pameran alat-alat kesehatan, dan tentunya yang paling ditunggu-tunggu adalah pemilihan ketua umum IDI yang baru, serta pelantikan ketua IDI.

IDI memiliki proses pelantikan dan pemilihan ketua umum yang sedikit berbeda. Ketua umum yang baru telah terpilih saat periode sebelumnya (2006-2009) dan baru akan dilantik sekarang (2009-2012). Sedang pemilihan kali ini akan menentukan siapa ketua IDI periode (2012-2015).

Ketua IDI periode 2009-2012 dilantik pada hari Minggu subuh. Dan dia adalah dr. Prijo Sidipratomo, Sp Rad, seorang dokter spesialis radiologi dan staf pengajar FKUI/RSCM. Sedangkan ketua terpilih untuk periode 2012-2015 adalah Dr. Zaenal Abidin MHKes.

Terlepas dari hingar bingar perhelatan akbar Muktamar IDI, profesi dokter kini masih memerlukan banyak perbaikan. Kita harus mengakui, sistem kesehatan nasional masih memiliki banyak kekurangan, dan IDI sebagai kelompok profesi dokter lebih berperan serta untuk membantu menyempurnakan sistem kesehatan nasional kita.

Dalam beberapa tahun mendatang (2011), IDI akan meregistrasi ulang dokter-dokter untuk pertama kalinya. Ini merupakan sebuah usaha menjaga profesionalitas dan kompetensi dokter-dokter di Indonesia. Dengan begini juga diharapkan, para dokter terus mempertahankan proses belajar yang tidak mengenal kata henti (seumur hidup...woow ;p), dan memperbaiki citra dokter yang dalam beberapa waktu lalu, sempat tercoreng.

Maju terus IDI.. jaga nama baik profesi dokter, dan maju terus sistem kesehatan nasional...^^

12 November 2009

Lingkungan Sehat, Rakyat Sehat

Tanggal 12 November 2009 hari ini, merupakan peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-45. Depkes tahun ini mencanangkan tema "Lingkungan Sehat, Rakyat Sehat".

Dari tema yang diusung, Depkes lagi-lagi terus menekankan pentingnya promotif dan preventif dalam menjaga kesehatan. Rakyat diminta ikut berperan aktif menjaga kebersihan lingkungan, sekaligus mempromosikan cara hidup sehat. Cukupkah??

Pesan promotif dan preventif dari dulu terus digaungkan oleh Depkes dan para pejabat pemerintahan. Akan tetapi perbaikan sistem kesehatan nasional masih jauh dari yang diharapkan. Di daerah-daerah terpencil, masyarakat masih hidup dalam rumah yang tidak sehat. Jamban keluarga masih belum tersedia. Fasilitas air bersih pun juga masih sulit dijangkau.

Belum lagi permasalahan pembiayaan kesehatan yang terus-menerus jauh dari kata puas. Sistem Jamkesmas (Jaminan Kesehatan Masyarakat), yang sebelumnya Askeskin, juga belum memuaskan banyak pihak. Sistem asuransi kesehatan yang dimiliki Indonesia juga belum merangkul seluruh masyarakat. Padahal kita sungguh merindukan sistem asuransi seperti ini.

Menggratiskan biaya kesehatan 100% menurut saya bukan merupakan suatu tindakan yang mendidik. Orang akan lupa betapa mahalnya biaya kesehatan yang sesungguhnya, dan tidak mengherankan kalau tagihan Jamkesmas melonjak tinggi. Sistem asuransi kesehatan, dalam situasi seperti ini, akan sangat membantu. Membayar asuransi dalam jumlah tertentu, akan mendidik masyarakat dan menunjukkan bahwa pemeliharaan kesehatan tetap membutuhkan biaya. Di samping itu, sistem asuransi yang membayar tenaga kesehatan, juga akan mendorong dokter dan tenaga kesehatan lainnya untuk mengedepankan promotif dan preventif.

Kebijakan Menkes yang baru, tentang sistem kesehatan, dan terlebih lagi sistem pembayaran kesehatan kini masih ditunggu-tunggu oleh banyak pihak. Terlepas dari kontroversi pengangkatan beliau, kini masyarakat sekaligus para tenaga kesehatan menunggu kebijakan-kebijakan Menteri Kesehatan. Sudah 45 tahun berlalu, dan itu bukanlah waktu yang singkat. Kita harus mampu menciptakan suatu sistem kesehatan nasional yang merata bagi seluruh lapisan masyarakat... semoga^^

Selamat merayakan Hari Kesehatan Nasional, selamat memasuki Bulan Lingkungan Sehat.

06 November 2009

Malaria, Takut atau Waspada?

Apa yang menjadi pemikiran anda ketika anda ditugaskan ke daerah timur Indonesia seperti Papua?? Yap, salah satunya pasti mengenai penyakit yang emang terkenal, Malaria. Masalah ini juga sempat ditanyakan kepada saya ketika saya akan berangkat bertugas di Papua.

Banyak orang, termasuk juga dokter, merasa takut akan penyakit yang satu ini. Menurut data Profil Kesehatan Indonesia tahun 2005, AMI (Annual Malaria Incidence) tertinggi ada di Papua (208,82) diikuti NTT (100,49). Malaria memang terus-menerus menjadi salah satu masalah kesehatan di Indonesia, terutama Indonesia bagian timur.

Penyakit malaria merupakan penyakit yang disebabkan oleh parasit yang masuk ke dalam darah. Parasit Plasmodium tersebut, masuk melalui gigitan nyamuk dan kemudian berkembang biak dalam tubuh manusia. Nyamuk penggigit yang dapat menularkan malaria ada berbagai jenis, antara lain jenis Cullex dan Anopheles. Karateristiknya nyamuk-nyamuk tersebut biasa menggigit di sore sampai malam hari dan mereka berkembang biak di daerah-daerah berawa dan air-air tergenang.

Gejala-gejala malaria yang muncul antara lain:
1. Demam naik tinggi menggigil yang kemudian segera turun disertai keringat. Siklus demam ini berulang sesuai dengan karakteristik parasit yang masuk.
2. Muntah.
3. Diare.
4. Nyeri kepala dan persendian.
5. Pada malaria berat bahkan bisa menyebabkan penurunan kesadaran, sampai koma.

Lalu, apakah kita harus takut terhadap malaria??Mungkin yang lebih tepat adalah waspada. Setelah mengerti bagaimana penularan malaria, maka ada beberapa hal yang bisa kita persiapkan bila akan mengunjungi daerah endemis malaria:
1. Pelajari dengan baik daerah yang akan kita kunjungi.
2. Bersihkan daerah tempat tinggal kita dari tempat-tempat berkembang biaknya nyamuk, serta pasang kawat nyamuk.
3. Hindari gigitan nyamuk, baik menggunakan obat nyamuk maupun repellent.
4. Tidurlah menggunakan kelambu (panas sih emang^^, tapi daripada kena gigigtan nyamuk hehehe).
5. Minum obat profilaksis malaria (pencegahan).
6. Segera periksa ke tempat-tempat seperti RS atau Puskesmas apabila anda curiga anda terinfeksi malaria.

The good physician treats the disease; the great physician treats the patient who has the disease. (William Osler)

27 Oktober 2009

MIgrain, Si Sakit Kepala Sebelah

Pada sebuah kesempatan, seorang eks-mud (eksekutif muda, red*) yang bekerja di sebuah bank swasta, berbincang dan berkonsultasi dengan saya. Ia mengeluhkan sakit kepala sebelah, yang sering disebut dengan migrain. "Saya sering tuh sakit kepala sebelah, dan kalo udah sakit, bisa betul2 sakit, nyut-nyutan, dan kerjaan jadi gak bisa konsentrasi".

Cerita tersebut mungkin juga merupakan cerita dan keluhan anda juga. Penyakit ini seringkali ditemukan pada remaja dan kaum dewasa muda (kayak eks-mud yang saya ceritakan tadi^^). Sakit kepala sebelah (yang dalam bahasa kedokteran disebut unilateral), bisa sakit berdenyut atau kadang seperti tertekan, dan berlangsung biasanya beberapa jam sampai beberapa hari (biasa 2 sampai 48 atau 72 jam), merupakan gejala khas dari migrain. Keluhan ini bila sangat berat bisa sampai disertai mual dan muntah.

Pada penderita migrain yang sudah lama, mereka biasanya mengenali tanda-tanda akan datangnya serangan migrain, yakni yang sering disebut "aura" (tentunya bukan Aura Kasih, hehehe...). Akan tetapi tidak semua migrain disertai dengan aura. "Aura" atau tanda-tanda yang mengawali serangan migrain, yang paling sering ditemukan adalah perubahan dalam hal pandangan. Dua yang tersering adalah adanya suatu kilatan cahaya dan adanya suatu bintik atau kehitaman dalam pandangan kita yang menyebabkan pandangan kabur. Aura lain yang mungkin muncul bisa berupa rasa kesemutan, halusinasi, bahkan gangguan pengecapan.

Secara singkat, migrain terjadi akibat pelebaran pembuluh darah dan pelepasan hormon-hormon tertentu yang memicu timbulnya rasa sakit di kepala. Faktor-faktor yang memicu timbulnya migrain antara lain stres, kurang tidur, kelelahan, menstruasi, terlalu banyak mengkonsumsi minuman beralkohol dan kafein, makanan tertentu yang mengandung tiramin (seperti keju, kedelai, dll), obat-obatan hormonal (seperti pil kontrasepsi), dsb.

Aura dan faktor pemicu ini menjadi kunci penting untuk mencegah dan meminimalisir serangan migrain. Sebelum anda mengkonsumsi obat-obatan, ada beberapa saran untuk mengatasi migrain, antara lain:
1. Hindari stres dan tekanan pekerjaan yang berlebihan.
2. Cobalah untuk berolahraga rutin.
3. Tidur cukup.
4. Perhatikan konsumsi makanan dan minuman. Hindari makan makanan yang terlalu banyak mengandung tiramin dan hindari minum minuman beralkohol. Perbanyak minum air putih.
5. Pada beberapa tulisan terbaru, dikatakan akupunktur bisa membantu mengurangi rasa sakit yang ditimbulkan oleh migrain.
6. Yang terpenting, bila anda seorang penderita migrain, cobalah kenali aura anda, dan segera beristirahat dan banyak minum air putih bila timbul aura.

Bila sakit kepala memang tidak tertahankan, dan sampai mengganggu kegiatan sehari-hari, maka mungkin anda perlu mengunjungi dokter dan mengkonsumsi obat-obatan. Biasanya dokter akan memberikan obat penghilang rasa sakit (analgesik)dan obat-obatan golongan ergotamin. Ada beberapa golongan obat lain yang mungkin juga dipakai. Tapi ini membutuhkan konsultasi, karena tiap penderita mungkin membutuhkan obat-obatan yang cocok untuk mengatasi serangan migrain ini. Salam...^^

Do you want to know who you are? Don't ask. Act! Action will delineate and define you. (Thomas Jefferson)

19 Maret 2009

Alternatif Bagi Penderita Asma

Pernahkah anda mendengar metode Buteyko?? Ya mungkin bagi sebagian penderita asma, beberapa sudah ada yang mendengar tentang metode Buteyko ini. Apa sih metode Buteyko itu?? Buat yang belum tau, metode Buteyko yang disebut juga Buteyko Breathing Technique, merupakan suatu metode pengaturan pernafasan untuk mengatasi suatu sindrom, yang disebut sindrom hiperventilasi kronik (Nah lo, istilah baru lagi??!! ^^).

Oke, mari coba saya jelaskan beberapa teori Buteyko disini. Sesungguhnya teori Buteyko menyebutkan bahwa kebiasaan overbreathing (bernafas berlebihan) yang sering disebut sebagai hiperventilasi, dapat menyebabkan berbagai gangguan. Menurut Alm. Profesor Konstantin Buteyko, seorang profesor rusia, kita membutuhkan CO2 dalam konsentrasi tertentu (yakni sekitar 6,5%). Sayangnya, dalam udara bebas CO2 di udara sangat sedikit (hanya 0,03%). Nah, kondisi hiperventilasi justru akan mengurangi kadar CO2 dalam tubuh kita.. Dalam pengertian mudahnya, tubuh menjadi kekurangan CO2.

Lho lalu hubungan CO2 dengan penyakit bagaimana? Menurut Prof. Buteyko, CO2 memiliki banyak kegunaan, yang bila kurang, tentunya berefek merugikan. Dalam pembuluh darah sendiri, pertukaran O2-CO2 pasti ditentukan oleh sedikit banyaknya CO2. Semakin sedikit CO2, justru oksigen yang bertukar juga akan semakin sedikit. Selain itu, saluran pernafasan akan menguncup untuk mempertahankan CO2 dalam darah. Ini lah yang akhirnya dapat mencetuskan asma. Bahkan, efek lainnya juga bisa sampai mempengaruhi sistem saraf, jantung, sistem keseimbangan asam-basa, dan saluran pencernaan. Jadi ingat, CO2 tetap dibutuhkan dalam jumlah tertentu.

Sesungguhnya banyak orang tidak menyadari bahwa mereka bernafas berlebihan. Lalu, kenapa sih kita bisa sampai bernafas berlebihan?? Biasanya karena lingkungan yang pengap, penuh asap rokok (termasuk para perokok), debu, dan stres juga memicu hiperventilasi. Bahkan, menurut penelitian, kebiasaan makan yang terlalu banyak, tidur terlalu lama, serta kurang olahraga dapat mencetuskan hiperventilasi.

Atas semua dasar itu, Buteyko menerapkan prinsip shallow breathing (nafas pendek-pendek) untuk mengobati atau mencegah serangan sindrom hiperventilasi, termasuk asma. Tiga prinsip utama metode ini adalah mengurangi laju pernafasan, pernafasan melalui hidung, dan relaksasi. Selain itu, Prof Buteyko juga memperkenalkan suatu metode Control Pause (CP) untuk mendeteksi status kondisi asma. Caranya cukup sederhana, dan anda bisa melakukannya sendiri. Cukup siapkan kursi yang nyaman (untuk duduk dengan tegak dan nyaman), dan sebuah stop watch (atau jam berdetik).
1. Duduk, relaks, dan bernafaslah teratur melalui hidung saja (tutup mulut anda), dan reguler, selama 30 detik atau lebih.
2. Ambil nafas biasa melalui hidung, lalu hembuskan biasa (ingat nafas biasa!).
3. Tutup perlahan hidung anda dengan ibujari dan jari telunjuk, lalu mulai jalankan stopwatch, atau perhatikan jam.
4. Tahan terus, sampai anda merasakan kebutuhan akan bernafas, lalu buka hidung anda, dan bernafas kembali melalui hidung.
5. Lihat waktu yang ada. Itu adalah waktu CP. Bila kurang dari 10 detik, maka anda memiliki masalah kesehatan. Bila kurang dari 25 detik, maka anda memerlukan perhatian khusus. Bila 30-40 cukup memuaskan, dan bila lebih dari 60 detik berarti baik.

Metode Buteyko shallow breathing harus dipelajari terus-menerus agar kebiasaan bernafas yang benar, dapat dibentuk atau dikuasi secara sempurna. Sayangnya di Indonesia, tampaknya metode ini kurang begitu dikenal. Padahal disebutkan bahwa metode ini cukup efektif mengendalikan serangan asma, COPD (penyakit paru obstruktif kronik-PPOK), sleep apnea, mendengkur, serangan panik, dan serangan cemas (ansietas). Bahkan British Guideline on the Management of Asthma 2008 menyebutkan bahwa metode ini dapat diterapkan untuk membantu pengendalian asma.

Harap diingat, "Buteyko therapy is a simple education programme which does not affect conventional asthma management. Patients are actively encouraged to take medication in accordance with current asthma management practices"-Jadi pengobatan medikamentosa jangan langsung dihentikan lalu digantikan dengan metode ini. Metode ini ingin mencoba membantu mengendalikan, sehingga terapi obat-obatan mungkin secara bertahap bisa dikurangi. ^^'

Sumber:
1. http://en.wikipedia.org/wiki/Buteyko_method
2. http://www.buteyko.co.uk/buteyko-theory.htm
3. http://members.westnet.com.au/pkolb/but_bov.htm
4. http://members.westnet.com.au/pkolb/doctors.htm


Gambar: http://www.pennhealth.com/health_info/images/19368.jpg
page counter
Free Web Counter



Powered by  MyPagerank.Net
KampungBlog.com - Kumpulan Blog-Blog Indonesia Blog Flux Directory Yuk.Ngeblog.web.id blogarama - the blog directory Health Blogs - BlogCatalog Blog Directory
Blog Search Engine Add to Technorati Favorites