Indonesia Sehat

Grab this Headline Animator

08 Januari 2009

Perang... Dampak Buruk Bagi Anak-Anak

Jalur Gaza, tampaknya memang tidak pernah sepi dari peperangan. Dua belas hari sudah perang antara Israel dan Hamas terjadi di tempat itu. Sesuai dengan berita yang diterbitkan kompas, serbuan itu sendiri telah menewaskan lebih dari 670 orang Palestina, dan menciderai setidaknya 2.500 orang. Dan itu, bukan angka yang kecil!! Belum lagi angka anak-anak yang tewas, sampai saat ini berjumlah 220 anak-anak. WOW...

Belum lagi, berita serangan Israel ke gedung sekolah milik PBB yang dicurigai sebagai tempat berlindungnya pejuang-pejuang Hamas. Apapun alasannya, serangan terhadap sesama manusia, pembunuhan nyawa seorang manusia tidak pernah dibenarkan oleh agama maupun ajaran moral manapun. Dampak perang tidak pernah menguntungkan, apalagi bagi kesehatan dan nyawa manusia.

Dalam dunia kesehatan, terdapat kelainan yang disebut gangguan stres pasca trauma (Post Traumatic Stress Disorder) atau disingkat PSTD. Kelainan ini merupakan kelainan psikologis akibat adanya trauma yang diterima seseorang. Trauma bisa bersifat fisik, seperti penganiayaan fisik, kekerasan, sampai pemerkosaan, ataupun mental. Biasanya gangguan ini muncul setelah mengalami atau melihat secara langsung kondisi traumatis yang mengancam jiwa, atau menyebabkan ketakutan yang sangat berlebihan.

Tidak semua orang yang mengalami trauma akan menderita hal ini. Diperkirakan hanya 8% mereka yang mengalami peristiwa traumatis berat yang akan menderita PSTD. Mereka yang paling rentan, diantaranya adalah anak-anak. Trauma yang dialami pada masa anak-anak seringkali akan terus terbawa sampai masa dewasa.

Terdapat beberapa penelitian yang menunjukkan pengaruh trauma perang terhadap anak-anak. Thabet dan Vostanis, menemukan tingginya tingkat stress post-trauma pada anak-anak usia sekolah yang mengalami peristiwa perang di Gaza (source: http://www.gcmhp.net/research/Post_traumatic.html). Senada dengan hal itu, Qouta (2005), dalam penelitiannya pada anak-anak di jalur Gaza, juga menemukan bahwa seorang anak laki-laki cenderung mengalami stress apabila melihat ibunya dan dirinya menjadi korban (mengalami) perang (source: http://ccp.sagepub.com/cgi/content/abstract/10/2/135).

Mereka yang mengalami PSTD memiliki gejala berupa: (sesuai DSM-IV, yang dikutip dari situs http://en.wikipedia.org/wiki/Posttraumatic_stress_disorder)
1. Pasca terpapar suatu peristiwa trauma
2. Mengalami ingatan yang berulang-ulang tentang peristiwa tersebut
3. Menghindari untuk membicarakan atau mengingat-ingat peristiwa traumatis yang dialami
4. Peningkatan kegelisahan, sulit tidur, atau peningkatan aktivitas
5. Gejala tersebut timbul lebih dari 1 bulan
6. Adanya gangguan signifikan dalam pekerjaan, sosialisasi, dan fungsi lain

Kondisi ini dapat diterapi dengan menggunakan psikoterapi sekaligus pengobatan medikamentosa (menggunakan obat). Akan tetapi, dibalik itu semua, seorang penderita PSTD pasti akan hidup dalam bayang-bayang traumatis yang pernah dialaminya. Apalagi seorang anak-anak. Bayangkan proses trauma yang harus diembannya sampai dewasa.

Entah apapun sebabnya, saya kira tidak ada satu orang pun di dunia yang senang dengan perang (kecuali mungkin orang-orang gila, yang berpendapat bahwa membunuh dan menyiksa orang itu menyenangkan). Sekali lagi, perang tidak pernah menghasilkan keuntungan apapun bagi siapapun. Sebaliknya, kerugian akibat perang jauh lebih besar dan menakutkan.
So, stop the war, make peace on earth!!!

(Gambar diambil dari http://www.kompas.com/read/xml/2009/01/08/10194042/israel.lanjutkan.serbuan.di.gaza, dan http://www.reuters.com/article/homepageCrisis/idUSL8463036._CH_.2400)

07 Januari 2009

Toxoplasmosis, Berbahaya Bagi Si Bayi

Beberapa hari yang lalu dan pagi ini, saya mendapat pertanyaan mengenai masalah keguguran. So, saya kira tidak ada salahnya kalau artikel kali ini saya membahas penyakit yang pertama dari pemeriksaan TORCH (Toksoplasma, Rubella, CMV, Herpes), yakni toksoplasmosis.

Toksoplasmosis merupakan suatu penyakit yang disebabkan oleh sejenis protozoa Toxoplasma gondii. Sesungguhnya penyakit ini merupakan penyakit yang diderita oleh hewan. Dan kita, mausia, sebenarnya bukan merupakan pejamu definitif (sesungguhnya). Pejamu definitifnya adalah hewan kucing. Ya, hewan yang seringkali menjadi hewan peliharaan, dan bisa kita lihat dalam film2 (garfield misalnya :D). Kucing memang sangat menggemaskan, tapi protozoa ini dapat hidup dalam tubuh ini dan berkembang biak. Protozoa ini akan keluar dari kotoran kucing dalam bentuk kista dan masuk ke berbagai hewan, antara lan burung, domba, sekaligus langsung masuk ke manusia. Selain cara tersebut, manusia juga bisa terinfeksi dengan mengkonsumsi binatang yang memiliki kista toksoplasma dan tidak dimasak secara matang.

Yang sulit adalah, infeksi toksoplasma ini tidak menimbulkan gejala pada 80-90% orang dewasa, dan dapat sembuh sendiri. Sisa 10% yang bergejala, biasanya ditemukan pada orang2 yang memiliki daya tahan tubuh yang rendah.

Yang berbahaya adalah bila infeksi ini mengenai ibu hamil. Kenapa? Karena dapat terjadi penularan infeksi melalui plasenta dari ibu ke anak yang sedang dikandungnya. Bila infeksi ini terjadi pada trimester pertama kehamilan, kecenderungan penularan dari ibu-janin cukup rendah (~15%), namun bila terjadi penularan, maka janin akan mengalami gejala yang sangat berat, sampai terjadi keguguran (abortus). Bila infeksi justru terjadi di di trimester terakhir, kecenderungan penularan besar (~65%), namun biasanya, karena bayi sudah cukup besar dan matang, justru tidak menimbulkan gejala.

Pada janin, infeksi ini sangat berbahaya. Infeksi yang berat menyebabkan keguguran dan kematian janin, partus prematur, sampai gangguan pertumbuhan janin. Pada bayi yang lahir hidup, adanya hidrosefalus, gangguan pada mata, mikrosefal (lingkar kepala yang kecil), cacat bawaan, sampai gangguan perkembangan dan retardasi mental bisa saja merupakan tanda-tanda adanya infeksi toksoplasmosis kongenital.

Untungnya, kemajuan teknologi pemeriksaan TORCH kini sangat membantu. Dengan diagnosis dini, dokter dapat memberi pengobatan yang baik. Di beberapa negara yang melegalkan aborsi, kadangkala pilihan aborsi dilakukan, apabila memang diketahui bahwa janin yang dikandung mengalami gangguan kecacatan. Namun, belum ada kesepakatan pasti tentang hal ini.

Yang lebih penting lagi adalah pencegahan. Ibu-ibu yang hamil, atau merencanakan kehamilan, hendaknya menghindari makan daging mentah, atau daging yang tidak dimasak sempurna. Berhati-hatilah bila memelihara binatang kucing, terutama saat membersihkan kandang kucing. Pastikan kucing terpelihara bersih. Cuci tangan selalu setelah kontak dengan kucing, kandang, maupun tanah serta daging mentah. Dan, jangan takut untuk menjalani pemeriksaan TORCH. Karena pemeriksaan tersebut sangat bermanfaat bagi anda, dan terlebih bagi janin anda... Saya kira, bayi yang sehat merupakan idaman bagi semua ibu hamil :D...

(Gambar diambil dari http://www.fotosearch.com/photos-images/wash-hand.html)

06 Januari 2009

Harapan Baru Penderita Kanker Payudara

Kanker Payudara merupakan salah satu jenis kanker terbanyak yang ditemukan pada wanita. Selain kanker leher rahim, kanker ini sangat ditakuti karena sering terlambat terdeteksi dan mengalami penyebaran, sehingga harus dilakukan pengangkatan payudara. Bahkan ACS-American Cancer Society, dalam laporannya di tahun 2007, menyebutkan bahwa kanker payudara menempati urutan kedua, setelah kanker paru-paru, sebagai penyebab kematian wanita terbanyak karena keganasan. Menurut penelitian registrasi RSCM (1975-1978) tidak kalah mengerikan. Kanker payudara merupakan kasus kanker kedua terbanyak setelah kanker leher rahim.

Kini, ada sebuah harapan baru yang menggembirakan bagi para penderita kanker payudara. Menurut reuters, seperti yang dikutip dari www.msnbc.com, para peneliti baru menemukan sebuah gen yang bertanggung jawab atas replikasi dan penyebaran sel-sel kanker payudara. Dengan menghambat metastasis atau penyebaran sel kanker ini, diharapkan angka ketahanan hidup para penderita kanker payudara meningkat.

Gen ini ditemukan di kromosom 8 manusia. Di sana terdapat sebuah segmen kecil yang ternyata mengalami gangguan, sehingga terduplikasi lebih dari normal. Gen MTDH ini, yang biasanya ditemukan memiliki 2 kopi (pengulangan), namun segmen gen ini bisa berulang sampai 8 kali pada para penderita kanker payudara yang ganas dan mengalami metastasis.

Para peneliti pun mencoba untuk menghambat gen MTDH ini. Dengan cara ini, kemampuan metastasis/penyebaran kanker payudara menurun sekaligus menyebabkan kanker payudara ini menjadi lebih peka terhadap pengobatan kemoterapi. Hasil eksperimen genetik ini sangat menggembirakan. Dengan penemuan ini, obat yang mampu menghambat gen MTDH berarti akan membantu proses pengobatan kanker payudara sekaligus mencegah penyebaran dari sel-sel kanker tersebut. Salah satu penelitinya, Yibin Kang, dari Universitas Princetown, mengemukakan bahwa penelitian ini kini telah menarik perhatian produsen obat untuk dikembangkan lebih lanjut. Mari kita tunggu......

05 Januari 2009

Apel, Sumber Antioksidan yang Kuat

Waktu kecil dulu (bahkan sampai sekarang), kita semua mendengar bahwa makan banyak sayuran dan buah-buahan sangat baik bagi kesehatan kita. Plus ditambah lagi, kalo diluar negeri sana, ada istilah "an apple a day keeps the doctor away" (wadooh dokter gak laku :D). Itu semua ingin menunjukkan kepada kita pentingnya makan buah-buahan terutama dalam hal ini apel.

Berbagai penelitian telah menunjukkan hasil-hasil yang signifikan akan pentingnya mengkonsumsi buah apel. Apel memiliki komposisi bahan fitokimiawi, terutama flavonoid, yang sangat tinggi. Bahan-bahan ini lah yang menjadi sumber antioksidan penting dalam tubuh kita. Antioksidan akan melawan proses oksidasi dalam tubuh kita dan dapat mencegah timbulnya berbagai penyakit kronik dan kanker.

Salah satu penelitian di Hawaii (Le Marchand L dkk, 2000) menunjukkan bahwa konsumsi apel dapat menurunkan resiko kejadian kanker paru-paru. Di Finlandia (Knekt P dkk, 1997) juga menemukan hasil yang kurang lebih sama. Untuk penyakit kardiovaskuler (jantung pembuluh), apel juga terbukti mampu menurunkan resiko kematian akibat penyakit jantung koroner (Arts I dkk, 2001; Knekt P dkk, 1996). Disebutkan pula apel mampu memperbaiki fungsi paru-paru (Tabak C dkk, 2001). Tidak hanya itu semua, apel juga disebut-sebut mampu menurunkan resiko terjadinya diabetes tipe II (Knekt P dkk, 2002).

Selain efek antioksidan, apel memiliki pula efek anti-proliferasi. Efek ini lah yang sangat penting untuk melawan kanker. Efek ini lah yang menjelaskan mengapa konsumsi apel dapat menurunkan resiko kejadian kanker. Efek lainnya, apel mampu menurunkan kolesterol pada manusia. Inilah yang menjadi alasan mengapa apel mampu menurunkan resiko penyakit kardiovaskuler pada manusia.

Selain fitokimiawi, tentunya kandungan vitamin, serat dan air yang banyak di dalam apel, juga turut memberikan efek positif bagi mereka yang mengkonsumsinya secara rutin. Di Indonesia, apel mudah ditemukan di berbagai supermarket sampai pasar-pasar tradisional. Mungkin tidak ada salahnya kalau anda mencoba mengkonsumsi apel secara rutin. Siapa tahu kata-kata "an apple a day keeps the doctor away" dapat anda buktikan sendiri. Selamat mencoba...

(Gambar diambil dari http://www.parade.com/food/glossary/i/i.html)

03 Januari 2009

ASI Untuk Si Kecil

Beberapa hari yang lalu, salah seorang sahabat saya bertanya-tanya tentang ASI. Setelah berbincang-bincang beberapa waktu, ada beberapa hal yang terlupa (maklum, saya juga manusia.. hehe :D). Saya berjanji untuk mencarikan, so ini lah mungkin beberapa informasi tentang ASI untuk si kecil.

ASI eksklusif, merupakan program yang hanya memberikan ASI selama 6 bulan pertama kehidupan si kecil. Kenapa ASI? sederhana, karena ASI lah makanan terbaik untuk si bayi... Secara umum, seorang ibu pasti bisa memberikan kecukupa ASI pada bayinya, namun masalah-masalah seperti posisi menyusui, keengganan sang ibu, dan kesibukkan sang ibu seringkali mengganggu proses pemberian ASI ekskulsif ini..

Bagi ibu-ibu karier yang memang masih ingin memberikan ASI, ASI dapat diperas dan disimpan. Penyimpanan ASI dapat menggunakan wadah steril yg tertutup, ASI akan tahan selama: (sumber dari manajemen gizi FK UNDIP):
1. 4-6 jam di suhu kamar (ruangan biasa)
2. 24 jam dalam termos berisi es
3. 3-5 hari dalam lemari es (jangan diletakkan di dekat pintu lemari es)
4. 14 hari dalam freezer lemari es
5. Beberapa minggu sampai beberapa bulan pada freezer yang memiliki kemampuan self-defrosting dan terpisah dari lemari es
6. 6-12 bulan dalam deep freezer tanpa defrost cycle
7. 24-48 jam dalam lemari es setelah dipindahkan dari freezer.

Ingat, setelah dibekukan atau didinginkan, ASI harus dihangatkan terlebih dulu, dengan merendam di air hangat. Jangan dipanaskan di atas api ataupun microwave... Oke, mari sehatkan anak kita, karena anak itu menjadi generasi penerus bangsa. Berikan nutrisi optimal bagi mereka dengan cara memberikan ASI eksklusif... Semoga bermanfaat....:D

02 Januari 2009

Paket Liburan :D

Beberapa hari yang lalu, saat saya berjalan-jalan di daerah Ciledug, terdapat sebuah rumah sakit yang menulis iklan seperti ini di pagar depan rumah sakitnya. "Paket Liburan, Operasi Amandel dan Khitan". Wow, dalam hati saya, sebuah tawaran yang menarik, tapi cukup aneh. Secara sekilas, paket tersebut memiliki segmen pasar anak-anak yang memang saat itu menjalani liburan akhir tahun. Tapi, paket liburan tersebut, menurut hemat saya, harus dikritisi dari sudut pandang ilmu kedokteran.

Operasi amandel atau dalam bahasa kedokteran disebut tonsilektomi, bukanlah operasi yang dilakukan pada semua orang. Terdapat indikasi dan kontraindikasi untuk melakukan operasi tersebut.

Sedikit mungkin tentang amandel atau dalam dunia kedokteran disebut tonsila palatina, merupakan salah satu dari cincin tonsil yang berada di sekitar mulut dan faring. Tonsil lainnya antara lain tonsila faringea, tonsila lingualis, dan lain-lain. Tonsil-tonsil tidak lain adalah tempat pertahanan tubuh kita terhadap kuman-kuman yang masuk melalui hidung dan mulut. Mengingat banyaknya kuman, dan seringnya infeksi yang terjadi, maka peradangan amandel cukup sering ditemukan. Dengan peradangan, amandel akan terlihat memerah dan membengkak.

Nah, kondisi ini memang cukup mengganggu, apalagi penderita tonsilitis (peradangan tonsil) berulang yang sangat mengganggu. Akan tetapi, sesuai teori medis, terdapat indikasi absolut (artinya harus menjalani operasi) untuk tonsilektomi, yakni: (sumber diambil dari Buku Ajar Penyakit THT Boeis)
1. Timbulnya kor pulmonale (gangguan jantung dan paru) akibat obstruksi jalan nafas
2. Sleep apnea waktu tidur
3. Hipertrofi (pembesaran) berlebihan sehingga menyebabkan gangguan makan dan penurunan berat badan
4. Curiga keganasan
5. Adanya abses peritonsil atau abses yang berulang dan meluas di jaringan sekitarnya.

Selain itu, indikasi yang lain merupakan indikasi relatif, yang artinya tidak wajib dikerjakan. Indikasi relatif ini banyak sekali, dan memang tergantung dari keputusan bersama dokter dan pasien. Selain itu, terdapat pula kontraindikasi yang harus diperhatikan sebelum menjalani tonsilektomi ini. Jadi, tidak semua orang dapat menjalani "paket liburan" ini, apalagi mengingat adanya komplikasi-komplikasi yang tidak sedikit pasca melakukan operasi amandel ini.

Sebuah kalimat dari buku BOEIS ini mungkin dapat membuat anda berpikir ulang untuk mengikuti paket liburan ini: "Keputusan akhir untuk melakukan tonsilektomi tergantung pada kebijaksanaan dokter yang merawat pasien. Mereka sebaiknya menyadari kenyataan bahwa tindakan ini merupakan prosedur pembedahan mayor yang bahkan (sampai, red) hari ini masih belum terbebas dari komplikasi-komplikasi yang serius".

Jadi, sebelum anda mengambil paket tersebut, mungkin konsultasikan secara mendalam dengan dokter anda. Atau bisa juga mengambil paket setengah saja mungkin (alias khitan saja). Untuk khitan, okelah, saya setuju, karena memang khitan mampu menjaga kebersihan daerah genitalia pria, sekaligus juga menaati aturan agama.
Atau mungkin, saran saya, cobalah paket liburan di tempat lain, misalnya di tempat wisata atau rekreasi, yang tentunya memberikan rasa gembira dan bukannya trauma operasi bagi anak anda. Selamat Berlibur...

01 Januari 2009

Herpes Zooster

Well, ini tulisan pertama di tahun 2009. Met tahun baru 2009 (lagi?!!). Kenapa herpes??? ya jawabannya karena ada yang tanya, hehehe...

Oke, herpes simpleks, merupakan suatu infeksi kulit karena virus. Virus penyebabnya, menurut literatur merupakan reaktivasi dari virus penyebab cacar (yakni varisela zoster virus). Virus ini senang berada di bawah kulit dan kemudian akan menyerang sesuai dengan persarafan di bawah kulit.

Gejalanya akan muncul bintik-bintik berisi cairan di bawah kulit yang mirip cacar, namun tidak diseluruh tubuh, melainkan biasanya terlokalisir sesuai dengan persarafan. Jadi hanya satu sisi, tidak seperti cacar. Letaknya bisa bervariasi, bisa di tangan, sudut bibir, pipi, dsb.

Rasa yang timbul biasanya gatal kemudian nyeri sesuai dengan persarafan yang terkena. Selain itu, karena penyebabnya virus, biasanya juga muncul gejala-gejala seperti flu (flu-like illness), yakni demam, rasa tidak enak badan, nyeri-nyeri otot, pusing, dsb...

Herpes simpleks pada umumnya sangat khas, sehingga mudah dikenali. Dokter biasanya akan memberikan pengobatan simtomatis sekaligus anti virus. Segera lah membawa ke dokter, karena pengobatan anti virus lebih baik diberikan secepat mungkin (kalo bisa 24 jam setelah munculnya benjolan berisi cairan tesebut). Seringkali herpes dapat menimbulkan gejala nyeri yang menetap, yang disebut Neuralgia post Herpetika. Kondisi ini diharapkan dapat dicegah dengan pemberian obat anti virus sedini mungkin.

(Gambar diambil dari http://www.herpes-coldsores-treatment-pictures.com/?aid=47&gclid=CLO4tYC_7ZcCFQEMewodID7BDA)
page counter
Free Web Counter



Powered by  MyPagerank.Net
KampungBlog.com - Kumpulan Blog-Blog Indonesia Blog Flux Directory Yuk.Ngeblog.web.id blogarama - the blog directory Health Blogs - BlogCatalog Blog Directory
Blog Search Engine Add to Technorati Favorites